Bengkuluikobengkulu.com,-Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang tidak dapat dibendung, anak dan remaja menjadi kelompok rentan terdampak pada disrupsi teknologi. Meski perkembangannya itu memberikan manfaat dalam mendukung proses belajar, komunikasi, dan pengembangan kreativitas, namun dengan penggunaan teknologi yang tidak bijak juga dapat mengancam resiliensi atau daya tahan mental anak dan remaja.
Menghadapi disrupsi teknologi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) berperan penting membangun penguatan resiliensi atau daya tahan mental anak dan remaja melalui program "Bina Ketahanan Remaja (BKR)" yang secara kolaboratif lintas sektor. Selain BKR, penguatan fungsi keluarga, literasi digital, dan pendekatan teman sebaya melalui pusat informasi konseling remaja (PIK-R) memiliki konsep nyata dalam penguatan resiliensi anak.
Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., kepada pewarta di Bumi Merah Putih usai acara dialog live tiktok di studio Media Production Centre (MPC) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Jumat,(19 Juni 2026).
Dia mengatakan, dalam membentengi remaja dan anak dari pengaruh negatif teknologi, Kemendukbangga/BKKBN menguatkan resiliensi atau daya tahan mental anak dan remaja melalui penguatan Bina Ketahanan Remaja yang di dalamnya terdapat program Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) dengan materi edukasi TRIAD KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja), tiga ancaman masalah kesehatan dan perilaku berisiko yang sering dihadapi oleh remaja untuk menghindari perilaku Seksualitas (seks bebas), penyalahgunaan narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya serta (Kesehatan Reproduksi Remaja) dimana Forum Generasi Berencana (GenRe) yang telah mendapatkan pembinaan di sejumlah kabupaten/kota hingga tingkat desa.
Kelompok kegiatan bina ketahanan remaja di Bengkulu terdapat sebanyak 1.254 kelompok BKR dan 859 pusat informasi konseling remaja (PIK-R) yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu. Upaya dan strategi lain dalam membangun kekuatan mental remaja, BKKBN mengembangkan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk memberikan pendampingan dan pengawasan kepada anak/keluarga.
"GATI meningkatkan ketertibatan peran ayah dalam menguatkan kehadiran emosional dan peran protektif ayah guna membangun mental, karakter, dan resiliensi anak sejak dini hingga remaja. Peran penting GATI dalam membangun resiliensi anak dan remaja dengan membangun sikap sebagai fondasi emosional, hadir sebagai pendampingan transisi, pembentukan karakter anak dan memberikan dukungan psikologi pada anak dan remaja," kata dr. Zamhir.
Berdasarkan hasil proyeksi BPS-2026 anak dan remaja di Provinsi Bengkulu 590.840 jiwa yang hampir separuh dari populasi penduduk di daerah ini, sehingga melalui penguatan program tersebut diharapkan agar anak dan remaja di Bengkulu mendapatkan jaminan untuk memiliki daya tahan mental yang kuat.(***)
