BINTUHAN – Pemerintah Kabupaten Kaur sukses menggelar Festival Gurita 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Kaur di Lapangan Merdeka Kota Bintuhan, Sabtu lalu. Event tahunan yang menyajikan aksi memasak 180 kilogram gurita segar ini ditargetkan menjadi motor penggerak promosi kuliner daerah sekaligus stimulus kebangkitan ekonomi kreatif bagi pelaku UMKM lokal.
Kegiatan yang berlangsung semarak ini menghadirkan berbagai rangkaian acara seni dan budaya. Salah satu agenda utama yang paling diminati masyarakat adalah aksi memasak massal menu Sambal Langat Gurita, yang dipandu langsung oleh finalis MasterChef Indonesia Season 9, Dinda Alamanda.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kaur, Juli Sarti, SKM, menjelaskan bahwa komoditas gurita yang disiapkan merupakan hasil tangkapan segar para nelayan di sepanjang pesisir Kaur. Setelah matang, seluruh hasil olahan kuliner tersebut langsung dibagikan secara gratis kepada warga dan tamu undangan yang hadir.
"Kurang lebih ada 180 kilogram gurita basah yang kita siapkan. Hasil masakannya dinikmati bersama oleh masyarakat dan juga tamu undangan dari berbagai kabupaten/kota hingga provinsi tetangga yang hadir memeriahkan HUT Kabupaten Kaur," ujar Juli Sarti.
Dorong Inovasi Menu Lewat Kompetisi
Selain demo masak, festival ini juga menjadi arena adu kreativitas melalui Lomba Memasak Aneka Olahan Kuliner Berbahan Dasar Gurita. Kompetisi ini diikuti oleh 18 tim peserta yang terdiri atas perwakilan 15 kecamatan, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kaur.
Dinda Alamanda dipercaya menjadi ketua dewan juri untuk menilai setiap hidangan secara objektif. Parameter penilaian dikunci secara ketat berdasarkan empat aspek utama, yaitu:
- Cita rasa (taste)
- Kreativitas menu
- Estetika penyajian (plating)
- Inovasi pengolahan
Berbagai variasi menu berhasil ditampilkan oleh peserta, mulai dari transformasi resep tradisional hingga perpaduan gaya modern yang memiliki daya tarik visual tinggi.
Hilirisasi Ekonomi Kreatif UMKM
Mengusung tema besar “Sambal Langat Gurita untuk Nusantara”, Juli Sarti berharap komoditas laut ini tidak lagi sekadar dikenal sebagai bahan mentah, melainkan menjelma menjadi identitas dan produk ikonik kuliner khas Kabupaten Kaur yang diakui di tingkat nasional hingga internasional.
Pihak Dinas Pariwisata juga mendorong para pelaku UMKM setempat untuk terus melakukan hilirisasi produk agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga.
"Melalui festival ini, kami ingin memicu kreativitas para pelaku usaha lokal agar terus melahirkan produk turunan bernilai ekonomi tinggi, seperti kerupuk gurita, keripik gurita, rendang gurita, hingga sambal langat gurita dalam kemasan," pungkas Juli.
Pemerintah Kabupaten Kaur menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi lintas sektor dan antusiasme masyarakat yang tinggi, sehingga Festival Gurita tahun ini dapat berjalan sukses dan menjadi daya tawar pariwisata Bengkulu ke depan. (adv)
