×

Pencarian

Euforia Konser Reuni F4 di Indonesia Tunjukkan Popularitas Hiburan Mandarin Era 2000-an

JAKARTA, 1 Juni (Xinhua) -- Konser reuni F4 bertajuk "F?FOREVER 1st World Tour" di Jakarta baru saja berakhir. Euforia luar biasa yang mengiringi konser tersebut menunjukkan bagaimana hiburan berbahasa Mandarin era 2000-an masih memiliki tempat istimewa di hati penggemar Indonesia, bahkan lebih dari 20 tahun setelah mencapai puncak popularitasnya.

Tingginya antusiasme terhadap konser tersebut bahkan mendorong pihak promotor, Color Asia Live, menambah satu hari pertunjukan lagi setelah tiket yang pada awalnya direncanakan untuk dua hari dilaporkan habis terjual dalam waktu singkat.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta pada 10 April, Managing Director Color Asia Live David Ananda mengatakan pihaknya memutuskan menambah jadwal konser menjadi tiga hari untuk mengakomodasi tingginya permintaan penggemar.

"Kami sangat takjub dengan sambutan hangat dari penggemar di Indonesia," ujar David dalam keterangan resmi. Respons yang luar biasa, menurutnya, menjadi salah satu pertimbangan utama menambah jadwal, sehingga lebih banyak penggemar dapat menyaksikan konser tersebut secara langsung.

Konser reuni F4 bertajuk "F?FOREVER 1st World Tour" dipadati para penonton yang antusias di Indonesia Arena di Jakarta pada 28 Mei 2026. (Xinhua/Indalia Jayadinata)

Konser yang semula dijadwalkan berlangsung pada 29 dan 30 Mei kemudian ditambah menjadi tiga hari berturut-turut, pada 28, 29, dan 30 Mei, di Indonesia Arena, Jakarta. Besarnya minat penonton terhadap konser tersebut menunjukkan bertahannya daya tarik budaya populer Mandarin yang pernah mendominasi layar televisi dan industri hiburan Asia pada awal 2000-an.

Bagi banyak penggemar Indonesia, nama F4 tidak hanya identik dengan grup musik, tetapi juga dengan serial televisi "Meteor Garden", yang menjadi fenomena budaya populer di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.

Kesuksesan serial tersebut turut memperkenalkan gelombang Mandopop, atau musik pop berbahasa Mandarin, serta drama Asia kepada generasi muda Indonesia pada awal 2000-an. Lagu-lagu yang dibawakan F4 maupun soundtrack "Meteor Garden" menjadi bagian dari keseharian banyak remaja Indonesia pada masa itu, ketika drama Asia mulai mendapatkan tempat luas di televisi nasional.

Konser reuni F4 bertajuk "F?FOREVER 1st World Tour" dipadati para penonton yang antusias di Indonesia Arena di Jakarta pada 28 Mei 2026. (Xinhua/Indalia Jayadinata)

Di area konser, banyak penonton datang mengenakan atribut bertema F4, membawa lightstick, hingga mengenakan busana yang terinspirasi dari era ketika serial tersebut pertama kali populer. Tidak sedikit pula penggemar yang telah mengikuti perjalanan grup tersebut sejak masa sekolah dan kini datang bersama pasangan, saudara, teman lama yang tumbuh bersama fenomena yang sama, atau bahkan anak-anak mereka.

Bagi sebagian besar penonton, konser reuni tersebut menjadi kesempatan langka untuk menghidupkan kembali kenangan dari masa ketika lagu-lagu Mandopop dan drama Asia menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari. Beberapa penggemar mengaku masih sangat hafal dengan soundtrack yang mereka dengarkan sejak masa remaja, sementara yang lain menyebut konser itu sebagai pengalaman yang telah mereka tunggu selama puluhan tahun.

Hal tersebut turut dirasakan oleh Nova (41), yang sengaja datang dari Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, untuk menyaksikan konser F4 Forever di Jakarta. Dia mengatakan antusiasme terhadap konser itu sangat besar hingga menjadi perbincangan banyak orang di kotanya.

Nova mengaku sempat kehabisan tiket saat penjualan daring pertama dibuka, tetapi akhirnya berhasil mendapatkannya setelah pihak penyelenggara menambah satu hari pertunjukan. Dia juga mengaku bernostalgia saat mendengar kembali lagu-lagu yang populer sekitar dua dasawarsa lalu.

"Anak saya bahkan belum lahir waktu 'Meteor Garden' booming, tetapi dia tahu F4 dan lagu-lagunya, walau sekarang banyak grup K-pop yang digemari. Itu menunjukkan betapa legendarisnya mereka," kata Nova kepada Xinhua seusai konser.

Konser reuni F4 bertajuk "F?FOREVER 1st World Tour" di Indonesia menghadirkan tiga anggota F4, yakni Jerry Yan, Vic Chou, dan Vanness Wu, bersama vokalis grup Mayday, Ashin, di Indonesia Arena di Jakarta pada 28 Mei 2026. (Xinhua/Indalia Jayadinata)

Fenomena tersebut juga menunjukkan bagaimana nostalgia semakin menjadi faktor penting dalam industri hiburan Asia. Di tengah dominasi platform digital serta kemunculan generasi baru artis dan grup musik, karya-karya populer dari awal 2000-an tetap mampu menarik perhatian penggemar lama yang kini telah memasuki usia dewasa, atau bahkan penggemar baru yang mulai mengenal daya tariknya.

Dalam beberapa tahun terakhir, konser reuni dan pertunjukan nostalgia dari artis-artis era 1990-an dan 2000-an semakin sering menarik perhatian publik. Fenomena ini menunjukkan bahwa hiburan tidak hanya berfungsi sebagai produk budaya, tetapi juga sebagai penghubung memori kolektif yang melampaui batas negara dan generasi.

Bagi banyak penggemar yang memenuhi Indonesia Arena, konser F4 bukan sekadar pertunjukan musik. Acara tersebut menjadi ruang pertemuan bagi orang-orang yang tumbuh bersama drama, lagu, dan budaya populer Asia yang pernah membentuk pengalaman generasi mereka.

Euforia yang terlihat sepanjang konser memperlihatkan bahwa pengaruh Mandopop dan hiburan Mandarin era 2000-an masih bertahan di tengah perubahan lanskap industri hiburan regional yang terus berkembang.  Selesai