Bengkulu,ikobengkulu.com,-Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) menjadi salah satu langkah strategis dalam menekan lahirnya kasus stunting baru di tengah masyarakat. Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, program ini hadir sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap tumbuh kembang anak.
GENTING mendorong keterlibatan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pemenuhan gizi, tetapi juga dukungan edukasi, sanitasi, hingga pendampingan keluarga secara berkelanjutan.
Menghadang lahirnya stunting baru diperlukan aksi gotong royong dari multi pihak untuk bersama-sama mengintervensi KRS, baik dengan intervensi spesifik maupun sensitif yang mensasar keluarga berisiko stunting sebagai sasaran prioritas,"kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr. Zamhir Setiawan., M.Epid dalam kunjungan kerjannya di Dinas PPKBP3A Kabupaten Kepahiang,Selasa, (26/5/2026).
Berdasarkan hasil pemutakhiran pendataan keluarga (PPK) 2024 KRS di Bengkulu mencapai 56.851 keluarga. Diantaranya terdapat di Kabupaten Kepahiang sebanyak 3.794 keluarga".
Dikatakan Zamhir, Genting untuk keluarga/kawasan berisiko stunting, dengan tujuan menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas SDM generasi mendatang. Dengan jenis bantuan dapat berupa nutrisi dan non nutrisi.
Sementara itu Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kepahiang Sri Kurniaty,S.K.M menyebutkan bahwa pemerintah daerah setempat menargetkan intervensi sebanyak 758 anak anak keluarga berikisko stunting.
" Ditahun 2026 ini Kabupaten Kepahiang menargetkan sebanyak 758 anak dari KRS. GENTING tahun ini difokuskan pada non nutrisi meliputi pembangunan sanitasi dan edukasi. Sedangkan dalam pemenuhan pemenuhan nutrisi dikolaborasikan dengan program MBG 3B," kata Sri.
Dikatakan Sri penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan aksi nyata dan kepedulian bersama agar keluarga berisiko dapat segera mendapatkan bantuan dan pendampingan. “GENTING bukan sekadar program bantuan, tetapi gerakan sosial yang mengajak semua pihak bergotong royong menyelamatkan masa depan anak bangsa dari ancaman stunting,” ujarnya.(***)
