BENGKULU – Kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) akan menjadi lokasi agenda penting kunjungan kerja Menteri Agama RI pada Kamis (23/4/2026) mendatang. Dalam kunjungan tersebut, Gus Men dijadwalkan melakukan penebaran (restocking) 2.000 ekor benih ikan sebagai simbol dukungan terhadap ketahanan pangan dan kelestarian ekosistem perairan umum.
Sinergi Religi dan Ketahanan Pangan
Kepala Dinas Perikanan Kota Bengkulu, Willhopi, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mematangkan persiapan teknis di lapangan. Menurutnya, keterlibatan tokoh nasional dalam kegiatan penebaran benih ini memberikan suntikan moral bagi masyarakat pesisir dan nelayan darat di Bengkulu.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Pak Menteri terhadap sektor perikanan di daerah. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga sumber daya alam sebagai penopang hidup masyarakat,” ujar Willhopi
Nila dan Lele Unggul untuk Nelayan Darat
Sebanyak 2.000 ekor benih yang terdiri dari jenis ikan nila dan lele telah disiapkan. Pemilihan kedua jenis ikan ini didasarkan pada daya tahan tubuhnya yang kuat serta nilai ekonomisnya yang tinggi. Ikan-ikan ini diharapkan mampu berkembang biak secara alami di perairan DDTS sehingga dapat dipanen oleh warga sekitar di masa mendatang.
“Target kami adalah memberikan nilai tambah bagi warga yang sehari-hari mencari ikan di DDTS. Dengan adanya restocking ini, kita menjaga agar stok ikan di danau tetap melimpah dan tidak mengalami kepunahan akibat aktivitas penangkapan rutin,” jelasnya.
Pemantauan Pasca-Penebaran
Dinas Perikanan berkomitmen tidak akan melepaskan begitu saja benih yang telah ditebar. Tim ahli akan melakukan pemantauan berkala guna memastikan benih ikan tersebut dapat beradaptasi dengan kondisi air danau. Selain itu, warga juga dihimbau untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan agar keberlangsungan ekosistem tetap terjaga.
“Setelah penebaran, edukasi kepada masyarakat akan terus kami perkuat. Kami ingin Danau Dendam Tak Sudah menjadi lumbung protein bagi warga Bengkulu yang dikelola secara berkelanjutan,” pungkas Willhopi. (**)
