BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) tengah mengawal ketat realisasi bantuan hibah kapal nelayan berkapasitas $4$ Gross Ton (GT). Bantuan yang bersumber dari Pemerintah Pusat ini diproyeksikan menjadi mesin penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pesisir pada tahun anggaran 2026.
Sinyal Positif: SK Kementerian Telah Terbit
Kepala DKP Kota Bengkulu, Wilhopi, mengungkapkan bahwa secercah harapan bagi modernisasi alat tangkap nelayan lokal sudah mulai terlihat. Secara administratif, Kementerian terkait telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang mencantumkan Kota Bengkulu sebagai salah satu penerima manfaat.
"Sinyal positif sudah kita terima, bahkan SK dari kementerian sudah ada. Insya Allah, Kota Bengkulu akan mendapatkan bantuan kapal nelayan $4$ GT tahun ini. Namun, untuk jumlah unit pastinya, kami masih menunggu koordinasi dan verifikasi final dari pusat," ujar Wilhopi, Selasa (21/4/2026).

Upaya Jemput Bola Melalui Proposal Strategis
Wilhopi menegaskan, pihaknya tidak hanya menunggu, tetapi aktif melakukan upaya "jemput bola" dengan mengirimkan berbagai proposal pendukung. Menurutnya, ketergantungan terhadap bantuan pusat sangat krusial mengingat keterbatasan APBD daerah dalam pengadaan sarana berat seperti kapal motor.
Bantuan ini diharapkan tidak hanya berupa fisik kapal, tetapi juga mencakup alat tangkap yang representatif serta teknologi pendukung pengolahan hasil perikanan.
“Kami terus perjuangkan agar proposal yang diajukan disetujui. Bantuan pusat ini adalah kunci untuk membantu kawan-kawan nelayan meningkatkan skala usahanya, baik dari sisi kapasitas tangkap maupun kualitas hasil ikan,” jelasnya.
Dongkrak Produktivitas dan Daya Jelajah Nelayan
Dengan armada berkapasitas $4$ GT, nelayan Bengkulu diharapkan memiliki daya jelajah yang lebih luas dan lebih tangguh menghadapi kondisi gelombang di perairan Samudra Hindia. Peningkatan spesifikasi kapal ini diyakini akan berbanding lurus dengan produktivitas tangkapan yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan.
"Komitmen kami jelas, memperkuat sektor kelautan dengan sarana yang mumpuni. Jika armada kita kuat, ekonomi masyarakat pesisir pun akan ikut terangkat," pungkas Wilhopi (adv)
