×

Pencarian

Harga BBM Stabil Hingga Akhir 2026, Gus Aan: Bukti Keberpihakan Prabowo pada Rakyat

JAKARTA – Kebijakan pemerintah yang memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan.

Sekretaris Jenderal Relawan Gawagis Berpikir Kemajuan (GBK), Ahmad Syamsul Askandar atau yang akrab disapa Gus Aan, menilai langkah ini sebagai bukti nyata keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap kesejahteraan rakyat kecil.

Gus Aan secara khusus memuji gerak cepat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memastikan ketahanan APBN tetap kuat untuk menopang subsidi energi hingga penghujung tahun 2026.

"Di tengah situasi dunia yang tidak stabil dan harga energi yang melonjak di banyak negara, pemerintah Indonesia masih mampu menjaga harga BBM bersubsidi tetap stabil. Ini adalah bentuk perlindungan negara terhadap daya beli masyarakat yang patut kita apresiasi," ujar Gus Aan di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menepis Narasi Ketakutan Ekonomi

Pengasuh muda dari Pesantren Genggong, Probolinggo ini juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang sengaja diembuskan untuk menciptakan kegaduhan ekonomi. Menurutnya, pemerintah telah melakukan kalkulasi matang dalam mengelola anggaran negara agar subsidi tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas fiskal.

Ia menegaskan bahwa narasi negatif atau asumsi yang berlebihan justru dapat memicu persepsi publik yang tidak sehat. Gus Aan mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para tokoh senior, untuk memberikan pandangan yang lebih objektif dan menyejukkan.

Ajakan Menjaga Kondusivitas Nasional

Menutup keterangannya, Gus Aan mengingatkan bahwa dalam iklim demokrasi, kritik terhadap kebijakan pemerintah adalah hal yang wajar, namun harus disampaikan secara konstruktif dan bijak.

"Jangan sampai masyarakat mudah terpancing oleh isu-isu yang membuat gaduh. Jika ada kebijakan yang baik seperti stabilitas harga BBM ini, mari kita dukung. Persatuan adalah kunci utama kita menghadapi tantangan global yang tidak menentu ini," pungkasnya.***