×

Pencarian

Kunjungan Wisatawan di Rejang Lebong Jadi Ruang Pundi UMKM

Curup,ikobengkulu.com,-Hamparan pegunungan Bukit Barisan yang hijau, dengan udara sejuk khas dataran tinggi menyimpan puluhan destinasi wisata yang tersebar di berbagai sudut Kota Curup menjadi wajah alami Kabupaten Rejang Lebong. Bumi Pat Petulai, kata orang lokal menyebut Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu bumi ini menawarkan beragam jenis wisata alam pegunungan yang sejuk, mulai dari pendakian Bukit Kaba, pemandian air panas Suban, danau (Danau Mas Harun Bastari), air terjun (Tri Muara Karang, Curug Papat), hingga wisata edukasi dan taman bunga.

 

Di balik pesona itu, geliat ekonomi masyarakat perlahan tumbuh ditopang oleh sektor pariwisata yang kian berkembang. Kini lebih terasa kunjungan wisatawan di Rejang Lebong menjadi ruang pundi kelompok pelaku ekonomi kecil yang lebih dikenal kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi sektor pariwisata di Rejang Lebong.

 

Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur lebaran tak hanya memadati destinasi unggulan, tetapi juga menghidupkan denyut ekonomi masyarakat dititik-titikdestinasi yang dipadati pengunjung liburan hari raya Idul Fitri 1447 H. Hal itu disampaikan Tetty (30) salah seorang pedagang kuliner di kawasan wisata di Rejang Lebong, kepada pewarta di Curup, Selasa,24/3/2026.

 

" Kunjungan wisata membawa berkah bagi kelompok masyarakat lokal. Baik dari pelaku ekonomi (UMKM) hingga masyarakat sekitar titik kumpul wisatawan yang memanfaatkan lokasi parkir kendaraan pengunjung. agar keberadaan pariwisata dapat memberikan manfaat positif barbagai lapisan masyarakat pemerintah perlu meningkatkan pelayanan demi kenyamanan pengunjung. Kita berharap pemerintah daerah terus memperhatikan penataan kawasan wisata agar lebih tertib dan nyaman. Penataan lapak yang rapi, area berdagang yang jelas, serta fasilitas yang memadai akan membuat pedagang dapat berusaha dengan lebih baik tanpa mengganggu kenyamanan wisatawan".

 

Tidak hanya sektor kuliner, pelaku usaha jasa seperti penyewaan tikar, parkir, hingga pemandu wisata juga turut merasakan manfaat. Aktivitas ekonomi yang tumbuh ini menunjukkan bahwa pariwisata memiliki efek berganda yang nyata bagi masyarakat lokal.

 

Eva (37) wisatawan lokal asal Kota Bengkulu mengakui Kota Curup Ikon Pariwisata alam di Provinsi Bengkulu. Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu dikenal memiliki kekayaan alam yang memikat. Hamparan perbukitan, udara sejuk pegunungan, serta beragam destinasi wisata alam menjadikan daerah ini salah satu tujuan favorit wisatawan. Keindahan tersebut kini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mulai memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat dampak pesona alam menjadi daya tarik wisata.

 

Dia bersama keluarga memilih Kora Curup sebagai tujuan wisata tahun ini. Dengan alasanya sejumlah wisata alam dengan udara yang sejuk terdapat di daerah itu.  Sejak hari kedua lebaran ia tiba di kota dingin itu menikmati sejumlah objek wisata alam seperti kami Bukit Kaba, Danau Mas Harun Bastari, hingga Pemandian Air Panas Suban dipadati pengunjung. Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Bengkulu, tetapi juga dari luar daerah yang memanfaatkan momen libur panjang untuk berkumpul bersama keluarga.

 

Dia optimis balik ramainya kunjungan wisatawan akan membawa berkah para pelaku UMKM katanya saat berkunjung ke lapak kuliner. Kita yakin destinasi wisata membawa angin segar membuka ruang pundi pelaku ekonomi. Kendati demikian tantangan tetap ada. Kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta penataan kawasan wisata agar tetap menjadi perhatian utama sehingga lonjakan pengunjung tidak berdampak negatif dalam jangka panjang," ujarnya.

 

Untuk mendorong itu tidak terlepas dari peran aktif pemerintah daerah untuk meningkatkan keamanan agar pengunjung merasa nyaman hadir di kota sejuk ini. Momentum Idul Fitri 1447 ini menjadi bukti bahwa sektor pariwisata di Rejang Lebong bukan sekadar destinasi rekreasi, tetapi juga ruang pundi bagi UMKM. Harapannya, geliat ini tidak hanya berlangsung saat musim liburan, tetapi terus berlanjut sebagai penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan.(***)