×

Pencarian

Bupati Kaur Janji Perbaiki Jalan Rusak 20 Tahun di Maje pada Anggaran 2026

BINTUHAN – Pemerintah Kabupaten Kaur, Bengkulu, berkomitmen memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya akses jalan antar-desa yang telah puluhan tahun mengalami kerusakan. Komitmen ini menjadi salah satu fokus utama dalam agenda pembangunan daerah pada tahun anggaran 2026, meskipun di tengah keterbatasan ruang fiskal.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Kaur Gusril Pausi dalam kunjungannya pada agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Nurul Huda, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Maje, Sabtu (21/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan keluhan terkait rusaknya jalan lingkungan yang belum tersentuh perbaikan sejak wilayah itu masih berada di bawah administrasi Kabupaten Bengkulu Selatan, lebih dari 20 tahun silam.

"Walaupun saat ini pemerintah daerah sedang menghadapi efisiensi anggaran, saya berjanji akan terus memperjuangkan perbaikan jalan tersebut demi kelancaran mobilitas warga Kaur," ujar Gusril.

Bupati Kaur Gusril Pausi dalam kunjungannya pada agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Nurul Huda, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Maje, Sabtu (21/2/2026)./ist

Target Strategis

Selain merespons persoalan infrastruktur lokal, Gusril memaparkan sejumlah proyek strategis yang menempatkan Kabupaten Kaur dalam peta pembangunan nasional. Salah satunya adalah pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Merpas, Kecamatan Nasal. Proyek ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir.

Di sektor pendidikan, Gusril juga menyoroti keberlanjutan program Sekolah Rakyat (SR) yang diklaim telah memberikan dampak di berbagai provinsi. Untuk tahun 2026, Pemkab Kaur menargetkan perbaikan ruas jalan Tanjung Agung dan ruas jalan Sinar Mulya masuk dalam struktur anggaran pembangunan.

Aspirasi Warga

Kepala Desa Tanjung Baru Hendra Oswari mengungkapkan, warga menaruh harapan besar pada kepemimpinan daerah saat ini. Menurut Hendra, akses jalan yang layak merupakan kebutuhan mendesak untuk menunjang aktivitas ekonomi warga yang selama ini terhambat.

"Kami berharap ada perhatian nyata, terutama untuk jalan lingkungan kami yang sudah lebih dari 20 tahun belum diperbaiki. Selain itu, kami juga memohon dukungan untuk penyelesaian pembangunan masjid desa," kata Hendra.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kaur menyerahkan bantuan dana stimulan sebesar Rp 5 juta, perangkat pengeras suara untuk masjid, serta santunan kepada 20 warga kurang mampu (mustahik).

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Sekretaris Daerah, asisten pemerintahan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kaur, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. (adv)