×

Pencarian

Prodi KPI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Raih Akreditasi Unggul Hingga 2031

BENGKULU – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu resmi menyandang status Akreditasi Unggul. Capaian ini menjadi standar tertinggi dalam penjaminan mutu akademik yang dikeluarkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK).

Penetapan tersebut tertuang dalam Sertifikat Akreditasi Nomor 069/AK.03.05/2026 yang diterbitkan pada 2 Maret 2026 di Jakarta. Berdasarkan hasil penilaian instrumen akreditasi, Prodi KPI meraih skor 258. Status ini berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 3 Februari 2026 hingga 3 Februari 2031.

Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Aan Supian, M.Ag, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi seluruh civitas akademika dalam menjaga mutu pendidikan.

"Ini adalah buah dari sinergi antara dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni dan mitra pengguna. Kami berharap hasil ini menjadi fondasi untuk terus berinovasi," ujar Aan dalam keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).

Proses Panjang

Pencapaian predikat "Unggul" ini melibatkan proses evaluasi yang ketat. Sebelum asesmen lapangan dilakukan pada 23 Februari 2026, tim program studi harus menyusun Formulir Evaluasi Diri (FED) setebal 150 halaman. Dokumen tersebut memotret profil prodi secara komprehensif, mulai dari kurikulum, penelitian, hingga tata kelola organisasi.

Koordinator Prodi KPI UIN Bengkulu, Musyaffa, M.Sos

Koordinator Prodi KPI UIN Bengkulu, Musyaffa, M.Sos, menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan secara bertahap sejak tahun sebelumnya melalui pembentukan tim kerja yang terukur. Namun, ia menekankan bahwa tantangan yang lebih besar adalah menjaga konsistensi kualitas pasca-akreditasi.

"Mempertahankan predikat ini jauh lebih menantang. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari rektorat hingga mitra pengguna, sangat menentukan keberhasilan kami melewati proses asesmen kecukupan hingga lapangan," kata Musyaffa yang saat ini tengah menempuh studi doktoral.

Rencana Pengembangan

Sebagai tindak lanjut dari status akreditasi ini, pengelola program studi telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Selain memperkuat aspek pengabdian masyarakat dan riset, pengembangan fasilitas penunjang juga menjadi prioritas.

Rencana tersebut mencakup penambahan empat dosen tetap serta modernisasi laboratorium komunikasi untuk menjawab tantangan industri media di era digital.

"Kami juga mulai melakukan persiapan untuk menuju akreditasi internasional sebagai langkah berikutnya dalam pengembangan kualitas akademik," tambah Musyaffa.  (anisa/musyaffa)