BENGKULU – Menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 2026, Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Bengkulu bergerak cepat memastikan stabilitas pangan di Bumi Rafflesia. Melalui inspeksi mendadak (sidak) serentak dan skema distribusi "jemput bola", BULOG menjamin ketersediaan beras dan Minyakita tetap melimpah dengan harga terjangkau.
Stok Melimpah di Gudang
Berdasarkan data terbaru per 24 Februari 2026, kekuatan stok pangan di bawah naungan Kanwil Bengkulu berada pada level yang sangat aman. Total cadangan beras yang dikuasai mencapai 11.193 ton (setara beras), yang terdiri dari stok beras fisik sebanyak 10.729 ton dan cadangan gabah sebesar 927 ton.
Selain beras, stok komoditas strategis lainnya seperti Minyakita tercatat sebanyak 469.083 liter.
"Kami memastikan stok nasional, khususnya di Bengkulu, dalam kondisi aman. Distribusi akan semakin kami masifkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional)," tegas Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bengkulu, Dody Syahrial.
Sidak Pasar dan Pangkas Rantai Pasok
Guna mencegah spekulasi harga, jajaran BULOG di tingkat Kanwil hingga Kantor Cabang Rejang Lebong telah diinstruksikan untuk turun langsung ke pasar rakyat dan pasar induk. Strategi utama yang diusung adalah memangkas rantai distribusi.
Skema Langsung: Distribusi Minyakita dilakukan langsung dari gudang BULOG ke pedagang pasar untuk menjaga harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pemantauan Kualitas: Selain harga, petugas di lapangan memastikan kualitas beras yang diterima masyarakat tetap terjaga.
Sinergi Satgas Pangan: BULOG berkoordinasi ketat dengan Pemerintah Daerah dan Satgas Pangan untuk mengendus adanya potensi penimbunan barang.
Target Serap Gabah Petani
Langkah preventif ini juga beriringan dengan komitmen BULOG untuk melindungi petani lokal. Sejalan dengan program nasional, BULOG Bengkulu menargetkan penyerapan hasil panen sebesar 3.100 ton beras dari petani lokal melalui sistem jemput bola. Hal ini bertujuan agar saat pasokan di pasar melimpah, harga di tingkat petani tetap terlindungi.
"Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan distribusi lancar. Monitoring ini akan terus kami lakukan secara berkala hingga pasca-Lebaran guna menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan kondisi pasar yang kondusif," pungkas Dody.
