×

Pencarian

Drainase Bermasalah dan Tunggakan PBB Jadi Sorotan Reses Edi Hariyanto di Betungan

BENGKULU – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Partai Perindo, Edi Hariyanto, S.P., M.M., menggelar reses pertama masa sidang awal tahun 2026 di Jalan DP. Negara No. 40 RT 05, Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Kegiatan tersebut turut dihadiri Desi Maryani, S.H., M.H., serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Hadir dalam agenda serap aspirasi itu perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), BPJS, Lurah Betungan, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

Drainase dan Banjir Jadi Keluhan Utama

Dalam dialog bersama dewan, warga menyampaikan keluhan terkait persoalan drainase di Kelurahan Pekan Sabtu, khususnya di RW 04, RW 05, dan RW 06. Kawasan tersebut disebut kerap dilanda banjir saat hujan turun.

Menurut warga, kondisi ini diduga akibat saluran drainase yang belum dinormalisasi dan tidak berfungsi optimal. Air yang tidak tertampung dengan baik akhirnya meluap dan merendam permukiman.

Selain itu, masyarakat juga menyoroti dugaan penimbunan aliran sungai oleh pihak pengembang di wilayah Betungan. Sungai yang dipasangi gorong-gorong tersebut dinilai menghambat aliran air, sehingga meningkatkan risiko banjir di kawasan hulu.

Warga Minta Solusi Tunggakan PBB

Tak hanya soal infrastruktur, warga juga mengeluhkan kebijakan kewajiban melunasi seluruh tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai syarat memperoleh layanan administrasi di kelurahan dan kecamatan.

Masyarakat berharap adanya kebijakan pemutihan atau keringanan tunggakan PBB agar pelayanan publik tetap dapat diakses tanpa memberatkan warga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

DPRD Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Edi Hariyanto yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bengkulu menegaskan komitmennya untuk menampung dan mengawal seluruh aspirasi warga.

“Reses adalah kewajiban kami untuk mendengar langsung suara masyarakat. Semua aspirasi, khususnya terkait drainase, banjir, dan pelayanan publik, akan kami perjuangkan dan koordinasikan dengan OPD sesuai kewenangannya,” tegas Edi.

Ia juga berharap instansi terkait segera mengambil langkah konkret guna mengatasi persoalan yang telah lama dikeluhkan warga.

Kegiatan reses berlangsung penuh antusiasme. Warga berharap forum ini benar-benar menjadi jembatan efektif antara masyarakat dan pemerintah, sehingga pembangunan infrastruktur serta kualitas pelayanan publik di Kota Bengkulu semakin baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.