×

Pencarian

Hidupkan Ekonomi Kerakyatan, Gerakan Belanjo Rame-Rame ASN Kota Bengkulu Tuai Pujian

BENGKULU – Instruksi Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) berbelanja di pasar tradisional tidak hanya menjadi penggerak roda ekonomi, tetapi juga mendapat dukungan masif dari publik. Langkah ini dinilai sebagai keberpihakan nyata pemerintah terhadap nasib pedagang kecil.

Berdasarkan pantauan di berbagai lini media sosial, warga menyambut positif gerakan bertajuk “Belanjo Rame-Rame” tersebut. Masyarakat menganggap kehadiran ribuan ASN di pasar tradisional adalah suntikan energi bagi ekonomi lokal yang sempat lesu.

Suara Masyarakat: "Ekonomi Berputar"

Dukungan mengalir deras melalui kolom komentar dan diskusi publik. Wahyu Nugraha, salah satu warga, bahkan mengusulkan agar agenda ini dipatenkan menjadi rutinitas mingguan.

Kepala Dinas Pedagamham dam Perindustrian Kota Bengkulu ikut belanja ramai ramai di salah satu pasar tradisional, baru-baru ini.

“Kalau bisa seminggu sekali. Ini menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah para pedagang,” usulnya.

Senada dengan Wahyu, warga lainnya, Ali Ridho, menekankan efektivitas kebijakan ini dalam memutar likuiditas uang di tingkat bawah. “Kalau begini kan bagus. Semua ASN diharuskan belanja, akhirnya ekonomi berputar,” tulisnya.

Edukasi Ketertiban Kota

Selain aspek ekonomi, ketegasan Walikota Dedy Wahyudi dalam mengarahkan ASN untuk berbelanja di dalam area pasar—bukan di bahu jalan—mendapat apresiasi khusus. Hal ini dipandang sebagai langkah cerdas untuk:

Menghidupkan Lapak Dalam: Membantu pedagang yang selama ini sepi karena pembeli cenderung bertransaksi di pinggir jalan.

Edukasi Publik: Mendidik masyarakat untuk kembali tertib dan menjaga fungsi jalan raya.

Stimulus Ekonomi: Menjadi contoh bagi warga umum untuk kembali mencintai pasar tradisional.

Program yang dipimpin langsung oleh Walikota ini diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan di Kota Bengkulu, sekaligus mempererat hubungan antara birokrasi dan rakyat kecil. (adv)