BENGKULU – Ada pemandangan tak biasa di kawasan Jalan KZ Abidin pada Kamis pagi (5/2). Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bengkulu berkumpul bukan di kantor, melainkan menggelar apel pagi di tengah kawasan yang baru saja ditata.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memimpin langsung apel tersebut sebagai bentuk pemenuhan janji kepada para mantan pedagang trotoar yang kini telah berpindah ke dalam gedung Pasar Tradisional Modern (PTM).
"Saat penataan dilakukan, saya berjanji akan mengerahkan seluruh ASN untuk berbelanja di dalam pasar. Hari ini, janji itu kami tunaikan. Ini adalah dukungan nyata agar pedagang merasa tidak sendirian," tegas Dedy Wahyudi.

Gerakan "Satu Kantong Belanja"
Wali Kota menegaskan bahwa apel ini adalah pemantik dari sebuah gerakan besar bernama "Gerakan Belanja Pasar Rakyat". Ia mengimbau setiap ASN yang hadir tidak pulang dengan tangan kosong, minimal membawa satu kantong belanjaan dari dalam pasar.
Gerakan ini direncanakan akan terus bergulir secara berkelanjutan, dengan sasaran berikutnya adalah Pasar Panorama dan pasar-pasar tradisional lainnya di bawah naungan Pemkot Bengkulu.
Menjaga Solidaritas dan Ekonomi Lokal
Dedy Wahyudi menambahkan, kekompakan ASN adalah kunci suksesnya program pemerintah. Dengan beralihnya kebiasaan belanja dari bahu jalan ke dalam area pasar resmi, pemerintah sedang membangun ekosistem ekonomi yang lebih sehat.
"Kita ingin menunjukkan bahwa berbelanja di dalam pasar itu lebih nyaman dan tertata. Jika masih ada kekurangan fasilitas, akan terus kami lengkapi. Intinya, pedagang harus merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini," tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus mengukuhkan posisi Pemkot Bengkulu sebagai fasilitator yang tidak hanya merelokasi, tetapi juga menjamin keberlangsungan hidup para pedagang melalui mobilisasi massa pembeli.(adv)
