BENGKULU – Wajah kawasan Pasar Panorama mulai bersolek. Tanpa perlu tindakan represif, sejumlah pedagang di sepanjang Jalan Salak Raya memilih membongkar mandiri lapak mereka yang selama ini memakan badan milik jalan (BMJ) pada Senin malam (18/1).
Aksi sukarela ini menjadi angin segar bagi Pemerintah Kota Bengkulu yang tengah gencar melakukan penataan pasar secara persuasif. Pantauan di lapangan menunjukkan pedagang buah, aksesoris, hingga penjual topi mulai mengosongkan area bahu jalan secara kondusif.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kota Bengkulu, Alex Periansyah, memberikan apresiasi tinggi atas langkah kooperatif para pedagang tersebut.
“Alhamdulillah, rekan-rekan pedagang dengan penuh kesadaran sudah mulai membongkar lapaknya sendiri. Ini memudahkan kami, sehingga agenda selanjutnya tinggal melakukan pembersihan sisa material,” ujar Alex saat memantau langsung proses pembongkaran di lapangan.
Meski sebagian besar sudah patuh, Alex tak menampik masih ada segelintir pedagang yang memilih bertahan dan menunggu penertiban resmi. Namun, ia menekankan bahwa pendekatan keadilan akan tetap dikedepankan.
“Bagi yang belum membongkar sukarela, tetap akan kami tata demi kepentingan bersama dan asas keadilan bagi pedagang lain yang sudah patuh,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Camat Singaran Pati ini.
Langkah di Jalan Salak ini merupakan bagian dari rantai besar penataan pasar di Kota Bengkulu, mencakup Pasar Baru Koto dan Pasar Minggu. Melalui kolaborasi Satpol PP dan Disdagrin, penataan di kawasan Panorama—termasuk Jalan Kedondong dan Jalan Belimbing—ditargetkan mampu mengurai kemacetan kronis dan mengembalikan fungsi jalan demi kenyamanan publik. (adv)
