Bengkulu,Kaur,IkoBengkulu.Com,- Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dipenghujung 2025 kembali turun gunung untuk menggaungkan program KB dengan fokus menyosialisasikan 4T (4 Terlalu) untuk mendukung dan meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.
Kali ini Kemendukbangga/BKKBN hadir di tengah masyarakat di Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu untuk mengampanyekan penghindaran empat kondisi kehamilan berisiko tinggi. “4T yaitu Terlalu Muda (di bawah 20 tahun), Terlalu Tua (di atas 35 tahun), Terlalu Dekat (jarak kehamilan dibawah 2 tahun), dan Terlalu Banyak (lebih dari 4 anak) dilahirkan wanita selama masa subur," ujar Ketua Tim Kerja I Bidang Akses Kualitas Pelayanan KB dan Kespro BKKBN Provinsi Bengkulu Mardhotilah Laily, S.Sos., M.Sos kepada pewarta via selular di Bengkulu, Rabu, (31/12/2025).
"Program KB tidak hanya bertujuan mengatur jarak lahir bayi, tetapi jauh lebih penting dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas keluarga. KB tidak hanya mengatur kelahiran, tetapi juga memastikan ibu tetap sehat dan bayi lahir serta tumbuh dengan kualitas yang baik,” sebutnya berulang.
Digelarnya sosialisasi itu untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kapasitas PKB serta kader KB terkait pentingnya kesehatan reproduksi, khususnya dalam mendorong kesertaan KB pascapersalinan sebagai upaya strategis menurunkan risiko kehamilan yang terlalu cepat, terlalu dekat, dan terlalu sering, serta mendukung kesehatan ibu dan bayi.
Dia menambahkan, upaya akselerasi program pembangunan kependudukan di Bengkulu, pihaknya selain mengampanyekan risiko 4T. Kehadiran program di wilayah perbatasan itu sekaligus menyosialisasikan Aplikasi SIRIKA.Sosialisasi SIRIKA menyampaikan mulai dari proses input data, pembaruan informasi pelayanan KB, hingga pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan dan evaluasi program. Pendampingan dilakukan secara langsung di lapangan untuk memastikan petugas mampu mengoperasikan aplikasi dengan benar serta mengatasi kendala teknis yang ditemui selama pelaksanaan.
Selain pendampingan aplikasi, Program Bangga Kencana di Muara Sahung juga memonitoring pelayanan KB di faskes, meliputi ketersediaan alat dan obat kontrasepsi, pelaksanaan pelayanan KB, pencatatan dan pelaporan, serta kepatuhan terhadap standar pelayanan. Monitoring dilakukan sebagai upaya untuk menjamin kualitas layanan KB yang aman, bermutu.(***)