KEPAHIANG – Memasuki puncak musim penghujan yang dibarengi dengan fenomena cuaca ekstrem di penghujung Desember 2025, Wakil Bupati Kepahiang, Ir. Abdul Hafizh, M.Si, mengeluarkan pernyataan darurat terkait kesiapsiagaan bencana. Wabup menginstruksikan seluruh personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk berada dalam status "Siaga Satu" guna mengantisipasi potensi longsor dan banjir bandang di wilayah-wilayah rawan.
Pernyataan ini dikeluarkan menyusul rilis peringatan dini dari BMKG mengenai peningkatan curah hujan di wilayah pegunungan yang dapat memicu pergerakan tanah di jalur lintas utama Kepahiang.
Komitmen Respon Cepat Pemerintah
Dalam pernyataannya, Ir. Abdul Hafizh menekankan bahwa dalam situasi bencana, hitungan menit sangat menentukan keselamatan nyawa manusia. Oleh karena itu, beliau memerintahkan agar seluruh posko terpadu tidak boleh kosong dan tim reaksi cepat harus selalu berada dalam kondisi siap tempur.
"Pernyataan saya kepada seluruh tim penyelamat dan relawan: mulai hari ini hingga pergantian tahun, tidak ada kata libur bagi kemanusiaan. Saya instruksikan BPBD untuk menyiagakan personel 24 jam penuh. Semua armada, mulai dari ambulans hingga alat berat, harus dalam kondisi tangki bahan bakar penuh dan siap bergerak dalam hitungan menit. Kita tidak ingin kecolongan; keselamatan warga adalah prioritas tertinggi. Saya minta sistem komunikasi dari desa ke kabupaten dipastikan tidak ada kendala, agar setiap potensi ancaman bisa segera diintervensi sebelum menjadi bencana," tegas Wabup Hafizh, Sabtu (27/12/2025).
Himbauan bagi Masyarakat dan Wisatawan
Selain instruksi bagi petugas, Wakil Bupati juga menyampaikan pesan khusus bagi warga yang bermukim di lereng bukit serta para pelancong yang melintasi jalur pegunungan. Beliau meminta agar masyarakat memiliki kepekaan terhadap tanda-tanda alam dan tidak memaksakan perjalanan saat cuaca buruk melanda secara mendadak.
"Saya menghimbau dengan sangat, jika hujan turun dengan intensitas tinggi lebih dari dua jam, masyarakat di area rawan segera mengungsi ke titik aman yang sudah ditentukan. Bagi wisatawan, mohon pantau terus informasi cuaca. Pemerintah daerah akan bekerja maksimal, namun dukungan dan kewaspadaan mandiri dari masyarakat adalah kunci utama dalam meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa. Mari kita tutup tahun 2025 ini dengan kewaspadaan yang tinggi agar tidak ada duka di tengah kegembiraan tahun baru," tambahnya.(adv)
