KEPAHIANG – Pemerintah Kabupaten Kepahiang memperingati Hari Pahlawan ke-80 dengan khidmat melalui upacara ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kepahiang, Senin (10/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.IP, menyampaikan pernyataan reflektif yang menghubungkan semangat juang masa lalu dengan tantangan zaman sekarang, yakni kemandirian ekonomi.
Bupati menegaskan bahwa medan juang generasi saat ini telah berpindah dari medan pertempuran fisik menuju medan persaingan ekonomi global. Menurut beliau, setiap warga negara memiliki kesempatan untuk menjadi pahlawan bagi daerahnya melalui kreativitas dan produktivitas.
UMKM sebagai Benteng Pertahanan Ekonomi
Dalam amanatnya, Bupati Zurdi Nata secara khusus menyoroti peran strategis pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kepahiang. Beliau memandang para pelaku usaha lokal sebagai "Pahlawan Ekonomi" yang secara nyata telah membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan di tingkat desa.
"Pernyataan saya pada momentum Hari Pahlawan tahun ini adalah sebuah ajakan untuk berubah: Perjuangan kita hari ini bukan lagi melawan penjajah, melainkan melawan kemiskinan dan ketergantungan ekonomi. Saya ingin masyarakat Kepahiang menjadi pahlawan ekonomi dengan memajukan produk-produk asli daerah. Dengan mencintai, membeli, dan memasarkan produk UMKM kita sendiri, kita telah berkontribusi menjaga kedaulatan ekonomi Bumi Sehasen dari gempuran produk luar," ujar Bupati Zurdi Nata usai prosesi tabur bunga.
Komitmen Dukungan Pemerintah
Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten tidak akan membiarkan para "pahlawan ekonomi" ini berjuang sendirian. Pemkab Kepahiang berkomitmen untuk terus meningkatkan alokasi anggaran bagi pembinaan UMKM, mulai dari bantuan legalitas usaha (NIB), sertifikasi halal, hingga pelatihan pengemasan produk (packaging) agar mampu menembus pasar ritel modern dan ekspor.
"Semangat pantang menyerah para pahlawan harus kita adopsi dalam menjalankan usaha. Saya telah instruksikan OPD terkait untuk memastikan tidak ada hambatan bagi warga yang ingin memulai usaha kecil. Kita akan fasilitasi akses permodalan melalui perbankan daerah dan memperluas jaringan pemasaran digital. Mari kita tunjukkan bahwa pemuda dan masyarakat Kepahiang adalah generasi yang mandiri dan berdaya saing tinggi," pungkasnya.
Peringatan Hari Pahlawan ini diharapkan menjadi titik balik bagi kebangkitan ekonomi kreatif di Kepahiang, di mana setiap individu merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah melalui jalur kewirausahaan.(adv)
