KEPAHIANG – Memasuki fase krusial penutupan tahun anggaran 2025, Wakil Bupati Kepahiang, Ir. Abdul Hafizh, M.Si, memberikan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepahiang. Dalam apel gabungan yang digelar pada Rabu pagi (05/11/2025), Wabup menegaskan bahwa kedisiplinan dan profesionalisme pegawai adalah harga mati yang tidak boleh kendor, terutama saat beban kerja pelayanan publik meningkat di penghujung tahun.
Wakil Bupati menyoroti adanya kecenderungan penurunan produktivitas di beberapa unit kerja seiring dengan mendekatnya masa libur akhir tahun. Beliau menyatakan bahwa kinerja pemerintah daerah sedang dalam pemantauan ketat, baik oleh masyarakat maupun lembaga pengawas eksternal.
Evaluasi Target Capaian OPD
Dalam pernyataan resminya, Ir. Abdul Hafizh menginstruksikan setiap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan audit internal terhadap capaian program kerja masing-masing. Beliau tidak ingin melihat ada program strategis yang terbengkalai hanya karena buruknya manajemen waktu dan rendahnya kedisiplinan staf.
"Pernyataan saya hari ini adalah pengingat bagi kita semua: status ASN bukan sekadar jabatan, tapi pengabdian yang dibayar oleh keringat rakyat. Saya tidak akan mentoleransi ASN yang malas atau sering meninggalkan jam kantor tanpa alasan yang jelas. Pekan ini saya akan memulai inspeksi mendadak (sidak) ke kantor-kantor dinas dan kecamatan. Bagi OPD yang realisasi kinerjanya masih di bawah 80 persen, akan ada evaluasi khusus terhadap kepemimpinan dan tunjangan kinerjanya," tegas Wabup Abdul Hafizh di hadapan ratusan peserta apel.
Jaga Marwah Birokrasi
Selain masalah disiplin waktu, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya menjaga marwah birokrasi dengan tetap bersikap netral dalam berbagai dinamika sosial dan politik di daerah.
Beliau meminta ASN fokus pada inovasi pelayanan, seperti mempercepat proses perizinan dan layanan kependudukan, agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah.
"Kita harus menutup tahun 2025 dengan catatan prestasi, bukan catatan absensi yang buruk. Pelayanan di RSUD, Puskesmas, dan kantor camat harus tetap prima hingga hari terakhir kerja tahun ini. Saya ingin setiap ASN menjadi contoh teladan di lingkungannya masing-masing. Mari kita tunjukkan bahwa birokrasi Kepahiang adalah birokrasi yang responsif, akuntabel, dan disiplin," tambahnya.(adv)
