Bengkulu,Ikobengkulu.com,–Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) menjadi salah satu program strategis Kementerian Kependudukan dan Pembanunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan dan pembangunan keluarga.
Melalui kelompok tersebut, keluarga, khususnya pasangan usia subur dan akseptor KB, didorong untuk mengembangkan usaha ekonomi produktif yang dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan rumah tangga.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid melalui Ketua Tim Kerja Bidang Pembangunan Keluarga BKKBN Bengkulu Mardhotillah Laily, S.Sos., M.Sos menegaskan bahwa penguatan ekonomi keluarga memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan keluarga yang berkualitas.
Ada beberapa fungsi utama dari UPPKA, pertama, untuk memperkuat fungsi ekonomi keluarga, mendorong kemandirian finansial, menjaga keberlangsungan program KB serta menduku program prioritas penurunan stunting. Karena, ekonomi keluarga yang kuat membantu pemenuhan gizi anak dan kesehatan keluarga, sehingga berkontribusi langsung pada pencegahan stunting".
Menurutnya, keluarga yang memiliki ketahanan ekonomi lebih baik akan mempunyai kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, serta mendukung tumbuh kembang anak.
Sebanyak 932 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Keberadaan kelompok usaha ini menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan dan pembangunan keluarga.
" Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) BKKBN, ratusan kelompok UPPKA tersebut merupakan potensi pemberdayaan ekonomi keluarga yang perlu terus dikembangkan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas usaha, serta perluasan akses pemasaran produk ".
“UPPKA bukan sekadar kelompok usaha untuk meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjadi sarana membangun kemandirian, keterampilan, dan kesejahteraan keluarga. Ketika ekonomi keluarga semakin kuat, maka keluarga akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujar Mardhotillah kepada pewarta di Bengkulu,Rabu,(4/11/2026).
Ia menambahkan, pengembangan kelompok UPPKA membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, hingga mitra pembangunan lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan agar kelompok UPPKA tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki akses terhadap permodalan, pendampingan, peningkatan kualitas produk, dan perluasan pasar.
Melalui penguatan UPPKA, Kemendukbangga/BKKBN berharap keluarga dapat menjadi lebih mandiri secara ekonomi, memiliki kualitas hidup yang lebih baik, serta berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan keluarga yang tangguh dan sejahtera.(***)

