REJANG LEBONG, IKOBENGKULU– Sebanyak 170 peserta dari 15 sanggar seni ambil bagian dalam Festival Etnis Budaya Lintas Daerah yang berlangsung di Lapangan Dwi Tunggal Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Selasa (3/11/2026) malam.
Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih Rejang Lebong 2026 itu menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional dari sejumlah daerah di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Para peserta berasal dari Kabupaten Rejang Lebong, Musirawas, Kepahiang, Lebong, dan Kota Bengkulu.
Berbagai kesenian ditampilkan, mulai dari tari tradisional, tari kreasi daerah, musik Dol khas Bengkulu, lagu daerah, hingga pencak silat Rejang dan Banten.
Pertunjukan tersebut menarik perhatian masyarakat yang memadati Lapangan Dwi Tunggal untuk menyaksikan penampilan para peserta.
Ketua Panitia Festival Etnis Budaya Lintas Daerah, Bayu Panji Aji, mengatakan kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya melestarikan seni dan budaya daerah sekaligus mempererat hubungan antarpelaku seni.
Menurut dia, festival tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi sanggar seni untuk memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing.
Keberagaman seni dan tradisi yang ditampilkan diharapkan dapat memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, serta persatuan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Bobby Harpa Santana, mengapresiasi antusiasme masyarakat dan keterlibatan sanggar seni dari berbagai daerah.
Bobby yang hadir mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa kegiatan seni budaya masih mendapat tempat di tengah masyarakat.
"Kita melihat sendiri bagaimana antusiasme masyarakat dan para peserta untuk menampilkan seni budaya pada malam ini. Ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini mendapat sambutan positif dan menjadi wadah yang dinantikan," kata Bobby.
Ia menjelaskan, Festival Etnis Budaya Lintas Daerah merupakan salah satu dari 32 kegiatan yang disiapkan dalam rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih Rejang Lebong 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan kunjungan dakwah dan doa bersama yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi Gebyar Semarak Merah Putih pada 1 November 2026.
Bobby mengatakan, festival ini menjadi pengalaman pertama bagi Kabupaten Rejang Lebong dalam menyelenggarakan pagelaran seni budaya lintas daerah yang melibatkan sanggar dari sejumlah kabupaten dan kota.
"Festival ini menjadi salah satu kegiatan yang patut kita syukuri karena Kabupaten Rejang Lebong untuk pertama kalinya menyelenggarakan pagelaran etnis budaya lintas daerah seperti ini. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak kegiatan serupa yang dapat kita hadirkan," ujarnya.
Menurut Bobby, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong akan terus mendorong kegiatan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas, termasuk di bidang seni dan budaya.
Ia berharap festival tersebut dapat meningkatkan minat generasi muda untuk mengenal dan melestarikan budaya daerah agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antardaerah melalui pertukaran seni dan tradisi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong Zakaria Effendi, Kepala Dinas Pariwisata Riki Irawan, anggota DPRD Rejang Lebong Ari Wibowo, serta sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan.
Festival Etnis Budaya Lintas Daerah menjadi salah satu upaya memperkenalkan keberagaman budaya Nusantara sekaligus memberikan kesempatan kepada para pelaku seni untuk menampilkan karya mereka kepada masyarakat. (adv)

