Bengkulu,Ikobengkulu.com,- Program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) menjadi salah satu media pemberdayaan masyarakat desa melalui program prioritas pembangunan keluarga, seperti Sekolah Lansia, Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) dan Program Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga, baik dari bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., menegaskan bahwa Kampung KB merupakan gerakan pemberdayaan yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat, serta keterlibatan multi instrumen mulai dari pemerintah desa, petugas keluarga berencana (PKB) hingga kader.
Hal tersebut disampaikan Zamhir saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terarah di Kampung KB Desa Padang Kedeper, Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Senin (12/10/). Turut hadir tokoh masyarakat, Kepala Desa Padang Kedeper, dan Kepala Dinas DP3APPKB Bengkulu Tengah Gunawan Suryadi.
Dalam FGD, digali informasi, menyatukan persepsi, mengevaluasi program, serta merumuskan langkah tindak lanjut secara bersama-sama dalam mengoptimalkan pembangunan di tingkat desa atau kelurahan yang tujuan akhirnya untuk meningkatkan kualitas SDM di tingkat desa.
"Kampung Keluarga Berkualitas di Kabupaten Bengkulu Tengah, terdapat sebanyak 125 kampung di antaranya 13 kampung KB di Kecamatan Merigi Kelindang. Kampung KB dapat menjadi media pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kualitas keluarga," kata dr. H. Zamhir.
Dorong Potensi Lokal dan Kemandirian Ekonomi
Dikatakan dr. H. Zamhir Setiawan selain berfokus pada pembangunan keluarga, Kampung KB juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal melalui pelatihan keterampilan, kegiatan kewirausahaan, dan penguatan kelompok usaha masyarakat. Mewujudkan hal itu perlu menggandeng institusi secara lintas sektor baik dalam pembinaan, penyediaan modal usaha.
Melalui penguatan program UPPKA, pemberdayaan masyarakat desa diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga, tetapi juga memperkuat kemandirian. Keluarga diharapkan mampu mengembangkan usaha produktif, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga. Upaya ini juga menjadi langkah membantu keluarga yang berada dalam kondisi rentan secara ekonomi.
Data pencatatan dan pelaporan PKB setempat menunjukkan, program KB mengalami peningkatan. Rata-rata jumlah anak dalam satu keluarga di Desa Padang Kedeper sebanyak 3 anak, dengan angka kelahiran per 1.000 perempuan pada kelompok umur 20-35 tahun.
Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan kerja sama tersebut, kegiatan Kampung KB diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga.(***)

