BENGKULU – Satu tahun memimpin Universitas Bengkulu (Unib), Rektor Prof. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., memaparkan sejumlah capaian yang berhasil diraih kampus sepanjang periode Oktober 2025 hingga Oktober 2026.
Beragam perkembangan dicatat Unib, mulai dari kenaikan peringkat publikasi internasional, peningkatan akreditasi program studi, lonjakan peminat mahasiswa baru, penguatan internasionalisasi kampus, hingga perluasan riset dan kerja sama kelembagaan.
Capaian tersebut disampaikan Prof. Indra dalam agenda Coffee Morning dan Silaturahmi Media Mitra Universitas Bengkulu yang digelar di Pojok Skopus, depan Fakultas Pertanian Unib, Selasa (6/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Prof. Indra menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis perguruan tinggi dalam menyampaikan berbagai aktivitas dan kontribusi sivitas akademika kepada masyarakat.
“Bagi kami, rekan-rekan media menjadi mitra strategis untuk menginformasikan capaian-capaian yang dilakukan dalam tridarma perguruan tinggi oleh sivitas akademika kepada khalayak dan publik,” ujar Prof. Indra.
Peringkat Publikasi Unib Naik, Masuk 46 Besar Indonesia
Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah peningkatan posisi Universitas Bengkulu dalam SCImago Institutions Rankings (SIR).
Dalam kurun satu tahun, posisi Unib naik dari peringkat 66 menjadi peringkat 46 di Indonesia. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari kinerja publikasi ilmiah yang dihasilkan sivitas akademika.
“SCImago ini melakukan penilaian terhadap publikasi. Pada tahun 2026 ini kita berada pada posisi 46 di Indonesia. Kita terus berupaya ke depan meningkatkan publikasi, terutama hasil penelitian dosen,” jelasnya.
Dari sisi akademik, Unib saat ini memiliki 87 program studi. Sekitar 45 persen di antaranya telah memperoleh status akreditasi unggul.
Angka tersebut meningkat sekitar 12 persen dibandingkan sebelumnya. Unib pun memasang target ambisius, yakni 50 persen program studi berstatus akreditasi unggul pada 2029.
“Sekarang sekitar 45 persen program studi kita sudah terakreditasi unggul. Target kita pada 2029, 50 persen program studi yang ada sudah terakreditasi unggul,” kata Prof. Indra.
Unib Buka Pendidikan Dokter Spesialis Kandungan
Penguatan layanan pendidikan juga dilakukan dengan membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) atau spesialis kandungan.
Program tersebut telah menerima mahasiswa angkatan pertama. Kehadirannya diharapkan membuka peluang bagi masyarakat Bengkulu untuk menempuh pendidikan dokter spesialis di daerah sendiri tanpa harus pergi ke luar provinsi.
Selain itu, Unib tengah mengusulkan pembukaan Program Studi Profesi Apoteker. Program ini dikembangkan karena Unib telah memiliki D3 Farmasi dan S1 Farmasi serta didukung fasilitas berupa apotek.
Peminat Unib Tembus Hampir 43 Ribu Orang
Daya tarik Universitas Bengkulu sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Sumatera juga terlihat dari jumlah peminat mahasiswa baru.
Pada penerimaan mahasiswa baru 2026, jumlah pendaftar mencapai hampir 43 ribu orang, meningkat sekitar 2 ribu dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, sekitar 5.900 calon mahasiswa diterima melalui berbagai jalur penerimaan.
Persaingan masuk Unib pun terbilang ketat. Rata-rata hanya sekitar 13 hingga 14 orang dari setiap 100 pendaftar yang berhasil diterima.
Di sisi lain, Unib tetap berupaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Pada tahun akademik 2026, hampir 700 mahasiswa baru menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Internasionalisasi Diperkuat, 25 Mahasiswa Asing Bergabung
Langkah internasionalisasi juga menjadi bagian dari agenda pengembangan Unib.
Mulai lulusan 2026, Unib menerapkan ijazah dan transkrip nilai dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Kebijakan tersebut memudahkan lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri karena dokumen akademik tidak perlu lagi diterjemahkan secara terpisah.
Unib juga meningkatkan penerimaan mahasiswa internasional. Pada 2026, sebanyak 25 mahasiswa asing bergabung melalui dua gelombang penerimaan.
Mereka berasal dari sejumlah negara, antara lain Pakistan, Vietnam dan Thailand.
Menariknya, minat calon mahasiswa asing terhadap Unib disebut cukup tinggi. Saat pendaftaran dibuka sekitar satu bulan, jumlah pendaftar bahkan mencapai lebih dari 3.000 orang.
“Peminat mahasiswa asing ini cukup tinggi. Ketika pendaftaran dibuka sekitar satu bulan, jumlah pendaftarnya lebih dari 3.000 orang,” ungkap Prof. Indra.
Para mahasiswa asing tersebut mengikuti perkuliahan bersama mahasiswa reguler. Unib juga memberikan pembekalan Bahasa Indonesia agar mereka lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kampus dan mengikuti proses pembelajaran.
Unib Catat 178 Publikasi Internasional
Pada bidang penelitian, Unib mencatat 178 publikasi internasional dan 553 publikasi nasional terakreditasi.
Prof. Indra mengatakan capaian publikasi tersebut masih akan terus didorong seiring bertambahnya jumlah dosen dan meningkatnya aktivitas penelitian.
Target yang ingin dicapai adalah membangun budaya publikasi yang lebih kuat di kalangan dosen.
“Kita ingin jumlah publikasi lebih banyak dibandingkan jumlah dosen. Paling tidak rasionya satu banding satu, satu dosen menghasilkan satu publikasi, baik jurnal nasional maupun internasional,” katanya.
26 MoU Terjalin Sepanjang 2026
Untuk memperluas jejaring kelembagaan, Universitas Bengkulu juga meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak.
Sepanjang 2026, tercatat 26 nota kesepahaman atau MoU telah dilakukan. Sementara sejumlah kerja sama lainnya masih berada dalam proses.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Unib memperluas jejaring sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam berbagai bidang.
Unib Kembangkan Usaha untuk Tambah Pendapatan Non-UKT
Tak hanya mengejar capaian akademik, Unib juga mulai serius mengembangkan potensi usaha kampus.
Pada 2026, universitas membentuk badan pengembangan usaha universitas yang bertugas mengelola aset sekaligus mengembangkan potensi usaha yang dimiliki kampus.
Salah satu implementasinya terlihat dari pengembangan Pojok Skopus, ruang sosial dan working space mahasiswa yang menjadi lokasi kegiatan Coffee Morning dan Silaturahmi Media Mitra Unib.
Prof. Indra menjelaskan, area tersebut sebelumnya merupakan dapur yang kemudian disulap menjadi ruang produktif bagi mahasiswa.
Nama Pojok Skopus merupakan permainan kata dari “Scopus”, indeks publikasi ilmiah internasional. Sementara huruf “C” dimaknai sebagai “secangkir kopi kampus”.
Ruang tersebut diharapkan dapat menjadi tempat mahasiswa berdiskusi, mengerjakan tugas, berkumpul sekaligus mengasah kemampuan kewirausahaan.
Rektor Unib: Media Punya Peran Strategis
Prof. Indra menegaskan, hubungan antara Universitas Bengkulu dan media perlu terus diperkuat.
Menurutnya, berbagai hasil penelitian, inovasi, prestasi mahasiswa dan dosen, hingga kontribusi Unib terhadap pembangunan Bengkulu perlu diketahui masyarakat luas.
Ia pun membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan media.
“Kita terbuka dan membuka diri untuk berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk rekan-rekan media. Apa yang dilakukan di kampus kalau tidak tersampaikan dengan baik tentu membutuhkan bantuan teman-teman media,” pungkas Prof. Indra.
