×

Pencarian

Wabup Kaur Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Desa Sinar Mulya, Ingatkan Warga Waspadai Korsleting

KAUR – Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I menyalurkan bantuan kepada keluarga Misbahul Munir (47), warga RT 6 Desa Sinar Mulya, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, yang rumahnya ludes terbakar.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dan menghanguskan rumah berukuran sekitar 7 x 12 meter beserta seluruh harta benda dan sejumlah dokumen penting milik keluarga.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, rumah dalam kondisi kosong karena Misbahul Munir bersama keluarganya sedang berada di kebun.

Bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari papan membuat api dengan cepat membesar dan menghanguskan hampir seluruh bagian rumah.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp75 juta. Misbahul Munir bersama istrinya, Jarneli, dan ketiga anak mereka kini sementara tinggal di rumah mertua.

Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Kaur, Wakil Bupati Abdul Hamid turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi korban sekaligus menyerahkan bantuan.

Dalam kunjungannya, Abdul Hamid didampingi perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dinas Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur.

“Kami ditugaskan oleh Bupati untuk hadir ke Desa Sinar Mulya sehubungan dengan adanya musibah yang melanda warga kita, saudara kita, Pak Munir. Rumahnya terbakar dan habis total,” kata Abdul Hamid.

Menurutnya, pemerintah daerah harus hadir di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Ia menegaskan bahwa penanganan terhadap warga terdampak bencana membutuhkan kepedulian dan gotong royong semua pihak.

“Kami hadir atas nama pemerintah daerah. Ada dari Baznas, Dinas Sosial dan BPBD. Kami hadir untuk membersamai, karena musibah warga kita adalah musibah kita bersama. Apa yang dapat kami bantu dan apa yang dapat kami lakukan, kami lakukan untuk meringankan beban ahli musibah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga Misbahul Munir menerima bantuan dari sejumlah instansi. Baznas Kabupaten Kaur menyerahkan bantuan berupa dana, sementara Dinas Sosial memberikan bantuan sembako. BPBD juga menyerahkan sejumlah peralatan yang dibutuhkan keluarga korban.

“Dari Baznas ada bantuan dana, kemudian ada sembako. Dari BPBD ada peralatan dan dari sosial juga ada sembako. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu dan meringankan beban keluarga dalam menghadapi musibah seperti ini,” tutur Abdul Hamid.

Wabup Ingatkan Warga Cegah Kebakaran

Selain menyerahkan bantuan, Abdul Hamid mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyebab kebakaran, terutama yang berasal dari instalasi listrik.

Ia meminta masyarakat melakukan pemeriksaan dan perawatan instalasi listrik secara berkala. Kabel maupun instalasi yang sudah tidak memenuhi standar sebaiknya segera diperbaiki dan dikoordinasikan dengan pihak PLN.

“Fasilitas listrik saat ini sudah sangat normal di Kabupaten Kaur dengan adanya gardu induk dan juga jaringan SUTT. Jadi memang harus lebih waspada dan lebih hati-hati dalam memanfaatkan aliran listrik,” katanya.

Abdul Hamid mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kabel listrik yang rusak atau instalasi yang tidak sesuai standar karena berpotensi menimbulkan korsleting.

“Kalau ada kabel-kabel yang tidak standar, kami harapkan segera menghubungi PLN agar bisa mengecek. Jangan sampai korsleting listrik ini menjadi penyebab musibah atau kebakaran melanda warga kita,” tegasnya.

Ia mengatakan, kewaspadaan juga harus diterapkan terhadap sumber api lainnya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penggunaan kompor hingga aktivitas pembakaran sampah maupun lahan.

“Bukan hanya listrik yang harus kita waspadai. Api yang bersumber dari kompor, pembakaran sampah maupun pembakaran lahan juga harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Menurut Abdul Hamid, kewaspadaan tersebut semakin penting karena kondisi cuaca yang cenderung kering dapat membuat api lebih cepat menyebar.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan dan memastikan setiap sumber api benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

“Jangan sampai api yang awalnya kecil kemudian tidak terkendali dan menimbulkan musibah. Kalau melakukan aktivitas yang menggunakan api, harus benar-benar diawasi dan dipastikan apinya sudah padam. Jangan meninggalkan api begitu saja,” pesannya.

Abdul Hamid berharap masyarakat dapat meningkatkan kepedulian serta saling mengingatkan untuk mencegah kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan.

“Dengan kewaspadaan bersama, mudah-mudahan musibah kebakaran seperti ini tidak kembali terjadi dan kita bisa menjaga lingkungan serta keselamatan masyarakat,” pungkasnya. ((adv)