×

Pencarian

Ketika Bahaya Laten Mengintai Remaja, PIK-R Hadir Jadi Benteng Generasi Muda

Bengkulu(Ikobengkulu.com),- Masa remaja ibarat berada di persimpangan jalan. Di satu sisi terbuka begitu banyak peluang untuk meraih masa depan cemerlang, namun di sisi lain berbagai pengaruh dan ancaman dapat datang tanpa selalu disadari. Tiga ancaman atau risiko dasar yang sering dihadapi oleh remaja yang dapat disebut bahaya laten bagi remaja yaitu perilaku seks bebas diluar nikah, penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya yang merusak masa depan dan kesehatan fisik remaja. Dan, pernikahan pada usia anak.

Melihat hal tersebut sebagai ancaman bagi generasi muda, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga(Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah mengembangkan program Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R). PIK-R, wadah kegiatan penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta penyiapan perencanaan masa depan melalui konsep program triad KRR, tiga risiko ancaman dasar kesehatan reproduksi.

Setelah mengembangkan sebanyak 858 kelompok PIK-R di sekolah tingkat SMA/MA dan SMP/MTs di Bengkulu. Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu kembali hadirkan PIK-R di sekolah rakyat terintegrasi 1 Kabupaten Kaur, Bengkulu," kata Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan. M.Epid saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi I di Kabupaten Kaur, Bengkulu, Jumat,(28/8/2026).

Sosialisasi PIK-R di sekolah tersebut diawali dengan pembagian beberapa alat peraga edukasi PIK-R dan GenRe terhadap siswa sekolah tersebut. Hadir pada kunjungan tersebut Kepalal Perwakilan BKKBN dr. Zamhir Setiawan.,M.Epid didampingi langsung Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kaur, Bengkulu Evana Toursyadia, S.IP dan sejumlah jajaran.

dr. Zamhir, menyampaikan, ketika bahaya laten mengintai remaja, PIK-R wajib hadir di tengah siswa-siswi menjadi benteng generasi muda untuk menyiapkan diri sebagai penerus pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Bengkulu," ujar Zamhir.

Pergaulan berisiko, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, pernikahan usia anak, hingga paparan informasi negatif di ruang digital menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian bersama. Ancaman itu tidak selalu datang dalam bentuk yang terlihat. Justru karena hadir secara perlahan dan dapat menyusup melalui lingkungan pergaulan maupun dunia digital, berbagai persoalan tersebut layak disebut sebagai bahaya laten bagi generasi muda.

PIK-R tidak sekadar menjadi tempat menyampaikan informasi. Lebih dari itu, wadah ini diharapkan menjadi ruang aman bagi remaja untuk berbicara tentang persoalan yang mereka hadapi, bertanya tanpa rasa takut, serta memperoleh pemahaman yang benar sebelum mengambil keputusan.

Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Kaur, Bengkulu, Evana Toursyadia, S.IP menilai penguatan PIK-R penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang mengiringi pertumbuhan generasi muda. Dan diharapkan, PIK-R di Sekolah Rakyat diharapkan dapat menelurkan konselor sebaya dan pendidik sebaya (peer educator). Dengan demikian PIK-R menjadi bagian dari motor pembangunan kependudukan," ujar Evana.

" Membentengi remaja berarti menjaga masa depan. Dan PIK-R menjadi salah satu ruang penting untuk memulai perjuangan itu." (***)