IKOBENGKULU – Pendap masih menjadi salah satu kuliner khas Bengkulu yang hingga kini tetap digemari masyarakat. Makanan berbahan dasar ikan ini dikenal memiliki cita rasa pedas, gurih, dan kaya akan rempah, sehingga menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan. Salah satu sentra penjualan pendap yang cukup terkenal berada di kawasan Tanjung Agung, Kota Bengkulu.
Keunikan pendap terletak pada proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara tradisional. Ikan yang telah dibersihkan dibumbui dengan campuran parutan kelapa dan berbagai rempah, seperti cabai, kunyit, serta bawang. Selanjutnya, ikan dibungkus menggunakan daun talas sebelum direbus selama kurang lebih delapan jam hingga bumbu meresap sempurna.
Salah seorang penjual pendap di Tanjung Agung, Fendi, mengatakan dirinya telah menekuni usaha tersebut sejak 2013. Menurutnya, proses memasak yang cukup lama menjadi salah satu rahasia kelezatan pendap.
"Kelapa menjadi salah satu bahan utama, kemudian dicampur dengan berbagai bumbu dan dibungkus menggunakan daun talas. Setelah itu direbus sekitar delapan jam agar bumbunya benar-benar meresap," ujar Fendi, Jumat (28/8/26).
Sementara itu, salah seorang pelanggan, Aisa, mengaku kerap membeli pendap di kawasan Tanjung Agung karena cita rasanya dinilai masih autentik. Ia mengaku selalu menyempatkan diri singgah ketika melintasi kawasan tersebut."Kalau lewat Tanjung Agung biasanya saya mampir beli pendap. Rasanya tetap khas dan keluarga saya juga sangat menyukainya," tuturnya.
Selain menjadi sajian favorit masyarakat, pendap juga merupakan bagian dari warisan kuliner Bengkulu yang memiliki nilai budaya. Dengan tetap mempertahankan resep dan teknik memasak secara tradisional, kuliner khas ini diharapkan terus lestari serta semakin dikenal oleh generasi muda maupun wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Bengkulu.
Penulis : Yeyen Andiska

