×

Pencarian

Belungguk kulu Jadi Ruang Publik Baru, UMKM dan Ekonomi Warga Mulai Tumbuh

BENGKULU — Kawasan Belungguk Point di Jalan S. Parman, Kelurahan Padang Jati, Kota Bengkulu, kini berkembang menjadi salah satu ruang publik baru yang menarik perhatian masyarakat. Area yang sebelumnya hanya dikenal sebagai jalur lalu lintas, kini berubah menjadi pusat aktivitas warga, destinasi wisata perkotaan, sekaligus ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM.

Setiap malam, kawasan Belungguk Point ramai dikunjungi masyarakat yang datang untuk bersantai, menikmati kuliner, berkumpul bersama keluarga, hingga mengabadikan momen di sejumlah sudut yang menarik.

Perubahan fungsi kawasan tersebut membuat Belungguk Point mulai menjadi alternatif ruang rekreasi masyarakat Kota Bengkulu.

Salah seorang warga Kota Bengkulu, Susilawati (45), mengatakan kehadiran Belungguk Point memberikan pilihan baru bagi masyarakat untuk menikmati suasana kota.

“Dulunya tempat ini hanya sekadar jalan perlintasan kendaraan. Sekarang sudah ramai, ada tempat nongkrong, kuliner malam, dan spot foto yang menarik,” ujar Susilawati.

Belungguk Point Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

Tidak hanya menjadi tempat berkumpul masyarakat, meningkatnya aktivitas di Belungguk Point juga memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

Pedagang makanan, minuman, hingga jasa hiburan mulai merasakan peningkatan peluang usaha seiring bertambahnya jumlah pengunjung.

Salah seorang pedagang batagor, Maulana, mengaku keberadaan Belungguk Point memberikan tambahan penghasilan bagi pedagang kecil.

“Alhamdulillah, adanya Belungguk Point ini menambah rezeki bagi pedagang kecil seperti kami. Orang datang bukan hanya untuk berfoto, tetapi juga mencari jajanan,” katanya.

Hal serupa disampaikan Panji, pedagang kopi keliling yang berjualan di kawasan tersebut. Menurutnya, jumlah pembeli meningkat terutama saat akhir pekan.

“Apalagi kalau weekend, ramai yang berkunjung dan berbelanja,” ujarnya.

Selain sektor kuliner, perputaran ekonomi juga dirasakan oleh pelaku jasa hiburan dan transportasi wisata. Kehadiran kendaraan wisata seperti mobil odong-odong turut menjadi pilihan bagi keluarga yang berkunjung.

Salah seorang pengemudi odong-odong, Riko, mengatakan ramainya pengunjung memberikan peluang tambahan bagi pekerja jasa di sekitar kawasan.

Belungguk Point Dinilai Berpotensi Jadi Ikon Kota Bengkulu

Keberadaan Belungguk Point mulai mendapat perhatian sebagai salah satu ikon baru ruang publik Kota Bengkulu.

Warga muda Bengkulu, Zaen (23), menilai kawasan tersebut memiliki potensi berkembang menjadi destinasi wisata perkotaan.

Menurutnya, sebuah kota membutuhkan ruang publik yang dapat menjadi pusat interaksi masyarakat sekaligus daya tarik wisata.

“Kalau di Yogyakarta ada Malioboro, di Bandung ada Jalan Braga, sekarang Bengkulu juga punya Belungguk Point,” katanya.

Pengunjung lainnya, Nani, juga menilai kawasan tersebut membuat aktivitas masyarakat Kota Bengkulu semakin beragam.

Menurutnya, selama ini masyarakat banyak memilih kawasan pantai sebagai lokasi berkumpul. Kini, Belungguk Point menjadi pilihan baru untuk menikmati kuliner dan suasana kota dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Sekarang ada pilihan lain selain kawasan pantai. Belungguk Point ramai untuk nongkrong dan mencari kuliner yang hemat di kantong,” ujarnya.

Perlu Pengembangan Berkelanjutan

Tokoh masyarakat Bengkulu, M. Zainal, berharap pengembangan ruang publik di Kota Bengkulu tidak hanya berorientasi pada aspek estetika, tetapi juga mampu menciptakan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, Belungguk Point dapat menjadi contoh bagaimana penataan kawasan perkotaan mampu menciptakan efek ekonomi berantai, mulai dari pedagang UMKM hingga pekerja sektor jasa.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait terus melakukan pengembangan fasilitas agar kawasan tersebut semakin nyaman, aman, dan mampu menjadi destinasi wisata perkotaan unggulan.

Hadirnya Belungguk Point menunjukkan bahwa ruang publik yang dikelola dengan baik dapat menjadi penggerak aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Semakin banyak masyarakat yang berkunjung, semakin besar pula potensi pertumbuhan ekonomi bagi pelaku UMKM dan sektor jasa di sekitar kawasan tersebut. (adv)