×

Pencarian

Retret Merah Putih, Upaya Sekolah Membendung Kenakalan Pelajar

Rejang Lebong – Sekolah tidak hanya menghadapi persoalan akademik. Di luar ruang kelas, pelajar berhadapan dengan berbagai persoalan sosial yang dapat memengaruhi perilaku dan masa depan mereka, mulai dari perundungan, geng motor, penyalahgunaan narkoba, judi online hingga perilaku berisiko lainnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang digelarnya Retret Merah Putih yang diikuti 31 murid SMKN 1 Rejang Lebong. Kegiatan ini menempatkan masjid sebagai ruang pembinaan karakter sekaligus membangun kedisiplinan dan tanggung jawab peserta.

Retret dibuka Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 WIB oleh H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd di Masjid Banu Zainudin, Simpang Empat Jalan Iskandar Ong, Curup.

Setelah pembukaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan di Masjid Al-Ikhlas Air Meles Atas dan Masjid Al-Ikhlas Pal Batu, Kecamatan Selupu Rejang. Kegiatan berlangsung sejak Kamis (20/8) pukul 21.00 WIB hingga Minggu (23/8) pukul 15.00 WIB dan ditutup kembali di Masjid Banu Zainudin.

"Pembinaan karakter tidak cukup hanya dilakukan di sekolah. Anak-anak juga membutuhkan lingkungan yang mendukung, baik di rumah maupun di masyarakat," kata H. Zulhendri.

Retret Merah Putih diarahkan untuk membentuk murid yang religius, jujur, disiplin dan bertanggung jawab. Peserta juga didorong untuk mencintai serta memakmurkan masjid.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual murid, sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik.

"Yang ingin dibangun adalah karakter anak. Mereka harus memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan," ujarnya.

Disisi lain, Kepala SMKN 1 Rejang Lebong, Dr. Asep Suparman, M.Pd mengungkapkan penyelenggaraan program ini juga menempatkan pencegahan kenakalan pelajar sebagai salah satu target kegiatan. Upaya tersebut tidak hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua dan masyarakat.

"Konsep ini mengacu pada kolaborasi tiga pusat pendidikan. Pendidikan pertama berlangsung di rumah melalui peran orang tua, pendidikan kedua berlangsung di sekolah melalui guru dan tenaga kependidikan, sedangkan pendidikan ketiga berlangsung di tengah masyarakat melalui tokoh masyarakat dan lingkungan sosial," beber Asep.

Retret Merah Putih juga ditempatkan sebagai bagian dari penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Program ini merujuk pada Peraturan Presiden RI Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter serta Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

"Dengan pendekatan yang dilakukan ini, pembinaan pelajar tidak berhenti pada pemberian aturan di sekolah. Penguatan karakter diarahkan menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga dan masyarakat," pungkasnya.(**)