×

Pencarian

Mengenal Universitas Dehasen Bengkulu yang Terus Eksis dan Berkembang

IKOBENGKULU — Dunia pendidikan tinggi di Provinsi Bengkulu terus berkembang dengan hadirnya berbagai perguruan tinggi yang menawarkan program studi dan fasilitas untuk mendukung kebutuhan mahasiswa. Salah satunya Universitas Dehasen (Unived) yang terus mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Bengkulu.

Wakil Rektor II Universitas Dehasen, Rita Prima, S.E., M.Si., mengatakan Unived memiliki perjalanan panjang sebelum berkembang menjadi universitas seperti saat ini. Perjalanan tersebut dimulai dari lembaga kursus pada 1996 hingga kemudian berkembang menjadi sejumlah sekolah tinggi.

Pada 1999, lembaga tersebut berkembang menjadi beberapa perguruan tinggi, di antaranya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), Akademi Teknologi Pertanian (ATP), dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK). Selanjutnya, seluruh lembaga tersebut berubah bentuk menjadi Universitas Dehasen pada 2008.

Universitas Dehasen didirikan oleh keluarga besar Bando Amin C. Kader, dengan Bando Amin sebagai Ketua Yayasan Dehasen. Nama Dehasen sendiri memiliki makna yang berkaitan dengan filosofi perjuangan yayasan dalam membangun lembaga pendidikan tersebut.

“Dehasen itu sebenarnya singkatan, bukan bahasa Latin. D-nya ‘Dengan’, H-S-N-nya ‘Hasil Usaha Sendiri’. Jadi ‘Dengan Hasil Usaha Sendiri’, itu filosofi atau sejarah yang diberikan oleh Bapak Ketua Yayasan,” ungkap Rita.

Saat ini, Universitas Dehasen memiliki delapan fakultas, 24 program studi, dan tiga program pascasarjana. Kampus tersebut juga menampung sekitar 3.200 mahasiswa baru setiap tahunnya.

Sejumlah fakultas yang tersedia di antaranya Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial, Fakultas Hukum, FKIP, dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Dari berbagai program studi yang ditawarkan, Pendidikan Jasmani (Penjas) di FKIP menjadi salah satu prodi dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak setiap tahunnya.

Selain Penjas, Program Studi Keperawatan dan Ners di Fakultas Ilmu Kesehatan juga menjadi salah satu pilihan calon mahasiswa. Program studi di bidang ekonomi dan ilmu komputer turut menjadi pilihan mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di Unived.

Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, Universitas Dehasen menyediakan berbagai fasilitas akademik dan penunjang. Ruang kelas dilengkapi pendingin ruangan dan Smart TV, sementara fasilitas lainnya mencakup laboratorium microteaching, komputer, ekonomi, hukum, serta laboratorium keperawatan termasuk laboratorium OSCE.

Kampus juga menyediakan perpustakaan dan fasilitas olahraga seperti lapangan futsal serta basket. Berbagai fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung aktivitas akademik maupun kegiatan mahasiswa di luar perkuliahan.

Perkuliahan di Universitas Dehasen berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Dalam proses pembelajaran, kampus menerapkan sistem hybrid dengan komposisi sekitar 70 persen tatap muka dan 30 persen pembelajaran secara daring melalui Zoom.

Dari sisi biaya pendidikan, mahasiswa diberikan pilihan pembayaran UKT secara bertahap. Pembayaran dapat dilakukan hingga tiga sampai empat kali, sehingga diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam memenuhi biaya pendidikan.

Universitas Dehasen juga menyediakan beasiswa internal bagi calon mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi tetapi tidak mendapatkan KIP-Kuliah. Tahun ini, Unived turut membuka Kelas Internasional untuk Program Studi Keperawatan serta menjalankan kerja sama akademik dengan perguruan tinggi dan mitra luar negeri.

Kerja sama tersebut antara lain dilakukan melalui program visiting lecturer dan pertukaran mahasiswa dengan Malaysia. Program internasional tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperluas pengalaman akademik mahasiswa.

Dari sisi lulusan, Universitas Dehasen menyebut sekitar 70 persen alumninya telah terserap ke berbagai sektor pekerjaan. Lulusan bekerja di instansi pemerintah dan kementerian, menjadi CPNS maupun guru, bekerja di BUMN, hingga perusahaan swasta.

Sebagian lulusan juga telah berkarier di luar negeri, terutama dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan bidang teknologi informasi. Alumni Keperawatan dan Kebidanan disebut telah bekerja di rumah sakit di Dubai dan Thailand, sementara lulusan Teknik Informatika telah bekerja di perusahaan teknologi di Jepang.

Untuk meningkatkan kapasitas layanan pendidikan, Universitas Dehasen juga menyiapkan pengembangan dan operasional Kampus 3 yang berada di kawasan Air Sebakul. Kampus tersebut nantinya melengkapi keberadaan Kampus 1 dan Kampus 2 yang berada di kawasan Nusa Indah atau Tebe.

Rita mengajak lulusan SMA dan SMK untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan sekolah menengah. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membantu membentuk karakter dan mempersiapkan seseorang menghadapi masa depan.

“Saya berharap anak-anak lulusan SMA bisa terus lanjut kuliah, jangan sampai putus sekolah karena pendidikan itu penting. Di manapun kita berada, kuliah akan menambah wawasan, mengendalikan diri, dan membentuk karakter dengan impian yang tinggi,” kata Rita.

Ia mengatakan Universitas Dehasen terbuka bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan, termasuk mereka yang menghadapi kendala biaya. “Jika ada kendala, Dehasen siap membantu,” tutupnya.

Pendaftaran mahasiswa baru Universitas Dehasen dibuka mulai Februari setiap tahun. Pendaftaran dapat dilakukan secara langsung di kampus maupun secara daring melalui laman resmi admisi Universitas Dehasen dan media sosial resmi kampus.

Penulis: Raihan Fitra Nolisca