×

Pencarian

Masjid Al-Faruq UINFAS, Lebih dari Tempat Ibadah: Jadi Pusat Belajar dan Aktivitas Mahasiswa

IKOBENGKULU — Masjid Al-Faruq di lingkungan Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno (UINFAS) Bengkulu tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, akademik, dan keagamaan mahasiswa. Letaknya yang strategis di dalam kampus membuat masjid ini selalu ramai dikunjungi setiap hari.

Suasana masjid yang bersih, nyaman, dan tenang menjadikannya salah satu lokasi favorit mahasiswa untuk mengerjakan tugas, berdiskusi, maupun beristirahat di sela-sela perkuliahan. Selain digunakan untuk salat berjamaah, masjid ini juga kerap dimanfaatkan sebagai tempat belajar bersama.

Salah seorang mahasiswa UINFAS Bengkulu, Indah, mengaku sering memanfaatkan Masjid Al-Faruq sebagai tempat mengerjakan tugas karena suasananya yang nyaman dan mendukung proses belajar.

"Masjid Al-Faruq enggak cuma dipakai buat salat, tapi juga sering ada kegiatan. Banyak mahasiswa yang belajar di sana dan mengikuti berbagai kegiatan lainnya. Jadi masjid ini juga jadi tempat berkumpul dan belajar bareng mahasiswa. Kebetulan saya juga sering nugas di sana," ujar Indah pada Kamis (6/8/26).

Selain menjadi ruang belajar, Masjid Al-Faruq juga berperan dalam membangun lingkungan kampus yang religius. Berbagai kegiatan seperti kajian Islam, salat berjamaah, dan peringatan hari besar keagamaan rutin diselenggarakan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa.

Menurut Indah, keberadaan masjid memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan mahasiswa di kampus. Ia menilai suasana yang tercipta mampu mendorong mahasiswa untuk lebih aktif beribadah dan mengikuti kegiatan keagamaan.

"Menurut saya, perannya besar banget. Soalnya Masjid Al-Faruq jadi pusat kegiatan keagamaan di kampus. Banyak mahasiswa yang jadi lebih rajin ibadah dan ikut kegiatan keagamaan karena suasananya mendukung, jadi dampak positifnya benar-benar terasa," tambahnya.

Ke depan, pengembangan fasilitas serta program kegiatan di Masjid Al-Faruq diharapkan terus dilakukan. Dengan demikian, masjid kampus tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, pengembangan ilmu, dan wadah mempererat kebersamaan antarmahasiswa.

Penulis : Yeyen Andiska