×

Pencarian

Unik! Kembang Tujuh Macam hingga Minyak Tradisional Laris Manis Dijual di PTM Bengkulu

IKOBENGKULU – Di tengah perkembangan zaman, sejumlah perlengkapan tradisional yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat masih memiliki peminat. Hal itu terlihat dari aktivitas pedagang di Pasar Tradisional Modern (PTM) Bengkulu yang masih menjual berbagai macam kembang, minyak, telur, hingga rempah yang banyak dicari masyarakat.

Salah seorang pedagang, Rina (42), mengaku sudah lama menjalani usaha tersebut. Ia mulai berjualan sejak kelas tiga sekolah dasar setelah diajarkan oleh sang ibu. 

Dalam berjualan, Rina menyediakan berbagai jenis rempah seperti jahe, kunyit, dan temulawak, namun lebih banyak fokus pada penjualan kembang.

"Kalau rempah yang kami jual itu yang belum digiling, seperti jahe, kunyit, sama temulawak. Kalau yang sudah digiling kami tidak jual," ujar Rina Pada Senin (3/8/26).

Menurut Rina, kembang menjadi barang yang paling banyak diminati pelanggan. Berbagai jenis kembang tersedia sesuai permintaan, salah satunya kembang tujuh macam yang sering digunakan masyarakat untuk kebutuhan tradisi dan kepercayaan tertentu.

"Kalau bunga banyak macam-macam, tergantung permintaan pelanggan. Yang paling banyak dicari itu kembang tujuh macam," kata Rina.

Ia menjelaskan, kembang tujuh macam biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti mandi bunga, membuka aura, hingga keperluan lainnya sesuai permintaan pelanggan. Selain itu, pada hari Jumat, sebagian masyarakat juga membeli rangkaian bunga untuk dibawa saat ziarah ke makam.

Tidak hanya menjual kembang, Rina juga menyediakan beberapa perlengkapan lain seperti minyak dan barang pendukung yang biasa dicari oleh masyarakat. Ia menyebut pembeli datang dengan tujuan yang berbeda-beda sesuai kebutuhan dan kepercayaan masing-masing.

Sementara itu, pedagang lainnya, Mulyadi (35), juga menjual berbagai perlengkapan tradisional di PTM Bengkulu. Ia menyediakan rempah seperti jahe, kunyit, dan kencur, serta berbagai macam kembang, minyak, hingga telur yang menjadi bagian dari barang dagangannya.

"Kalau saya menjual jahe, kunyit, kencur, ada juga kembang, berbagai macam minyak dan telur. Semua itu memang ada yang mencari, tergantung kebutuhan orang yang datang membeli," ujar Mulyadi.

Mulyadi mengatakan, barang-barang yang dijualnya masih memiliki peminat karena sebagian masyarakat masih menggunakan perlengkapan tersebut untuk kebutuhan tertentu. Menurutnya, setiap pembeli memiliki tujuan masing-masing ketika datang mencari barang yang tersedia di lapaknya.

Keberadaan pedagang perlengkapan tradisional di PTM Bengkulu menunjukkan bahwa produk yang berkaitan dengan tradisi dan kepercayaan masyarakat masih bertahan. Meski perkembangan zaman semakin modern, sejumlah warga masih mempertahankan penggunaan perlengkapan tersebut untuk kebutuhan tertentu.

Penulis : (Yeyen)