IKOBENGKULU – Kompleks Makam Inggris yang berada di Kelurahan Jitra, Kota Bengkulu, menjadi salah satu situs cagar budaya yang menyimpan jejak sejarah kolonial di Indonesia. Kompleks ini merupakan tempat pemakaman para pejabat, tentara, dan warga Eropa yang meninggal dunia saat Bengkulu berada di bawah kekuasaan Inggris pada abad ke-18 hingga awal abad ke-19.
Selain memiliki nilai sejarah, Kompleks Makam Inggris juga menjadi destinasi wisata edukasi yang banyak dikunjungi masyarakat, pelajar, hingga wisatawan. Kondisi kawasan yang bersih dan terawat menjadikan situs ini sebagai salah satu cagar budaya penting di Provinsi Bengkulu.
Juru pelihara Kompleks Makam Inggris, Bustami, mengatakan dirinya telah mengemban tugas menjaga kawasan tersebut. Menurutnya, perawatan rutin dilakukan untuk menjaga kebersihan sekaligus mempertahankan kondisi makam yang telah berusia ratusan tahun.
Saya sudah bertugas sebagai juru pelihara makam sejak tahun 2010. Tugas saya menjaga kebersihan dan merawat kawasan makam agar tetap terpelihara, ujar Bustami.
Ia mengungkapkan, tantangan terbesar dalam perawatan kompleks makam adalah menjaga kondisi nisan yang sebagian telah mengalami kerusakan akibat usia dan pengaruh cuaca. Karena itu, proses perawatan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak struktur makam yang masih tersisa.
Tantangannya adalah menjaga kondisi makam yang usianya sudah sangat tua. Beberapa nisan mengalami kerusakan karena faktor usia dan cuaca, sehingga perawatan harus dilakukan secara hati-hati,katanya.
Bustami berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat melengkapi kawasan makam dengan papan informasi atau media edukasi yang menjelaskan sejarah kompleks tersebut. Menurutnya, informasi yang memadai akan membantu pengunjung memahami nilai sejarah sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian cagar budaya.
Saya berharap ada informasi sejarah yang lebih lengkap di lokasi makam agar pengunjung dapat memahami nilai sejarahnya. Dengan begitu, masyarakat semakin peduli terhadap pelestarian cagar budaya, tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak situs bersejarah tersebut.
Saya berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan dan tidak merusak makam, karena tempat ini merupakan bagian dari sejarah Bengkulu yang perlu dilestarikan untuk generasi mendatang, pungkasnya.

