Jakarta, — Akademisi perguruan tinggi mengapresiasi arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang disampaikan dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) yang diikuti para rektor dan akademisi perguruan tinggi, Minggu (28/6).
Mereka menilai arahan Prabowo telah membangkitkan optimisme kalangan perguruan tinggi terhadap arah pembangunan Indonesia sekaligus mendorong mereka untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Salah satunya disampaikan Dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Indri Arrafi, yang menilai bahwa arahan Prabowo telah membangkitkan optimismenya terhadap masa depan Indonesia.
"Kalau kita mendengar semua yang disampaikan, pidato para menteri dan juga apa yang disampaikan oleh Pak Presiden, kita melihat kepada optimisme untuk pembangunan negara Indonesia," jelas Indri ketika ditemui.
Indri melanjutkan bahwa dalam arahannya, Prabowo menjelaskan dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan. Situasi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi kondisi Indonesia.
Kendati demikian, Prabowo mengajak kalangan akademisi untuk melihat sisi positif dari situasi tersebut alih-alih terus memandangnya secara negatif.
Pandangan tersebut, lanjut Indri, juga diminta Prabowo untuk diterapkan dalam menyikapi berbagai persoalan lain di Indonesia, seperti kemiskinan dan pengangguran.
Menurutnya, dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut, Prabowo mengajak kalangan perguruan tinggi untuk tetap optimistis bahwa masalah-masalah itu dapat diatasi, sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi melalui aksi nyata.
"Kalau dibilang arahan dari Pak Presiden, sebenarnya ini berguna bagi masyarakat Indonesia, juga semuanya. Bagi saya, penting untuk memikirkan apa sebenarnya action yang bisa kita lakukan terhadap negara ini," jelasnya.
Senada, Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Suhadi Lili, mengatakan bahwa arahan Prabowo menjadi inspirasi bagi komunitas perguruan tinggi lintas lembaga untuk menyatukan semangat dalam membangun Indonesia.
Menurutnya, arahan tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana Indonesia harus menyusun strategi untuk tetap bertahan di tengah ketidakpastian global.
"Saya kira Bapak Presiden sangat positif untuk menyatukan kami-kami. Saya kira arahan beliau bisa menjadi inspirasi bagi realignment (penyelarasan kembali) kami di kampus," tutur dia. ***
