KEPAHIANG – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kepahiang terus memperluas cakupan wilayah program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Memasuki tahun 2026, program ini tidak lagi sekadar berfokus pada pelayanan kontrasepsi, melainkan diakselerasi sebagai episentrum integrasi penanganan stunting dan pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis gotong royong.
Salah satu terobosan konkret yang melekat dalam program ini adalah pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di puluhan desa binaan untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem yang kerap menjadi akar masalah stunting.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kepahiang, Linda Rospita, MH, menjelaskan bahwa esensi dari Kampung KB di tahun 2026 adalah mengubah wajah desa dari wilayah tertinggal menjadi kawasan mandiri yang tangguh pertumbuhannya.
"Kampung KB adalah miniatur kehadiran negara di tingkat desa. Di dalam Kampung KB, kami mengawinkan program kesehatan di hulu seperti 'Jurus Catin' dan pemantauan gizi, dengan program pemberdayaan ekonomi di hilir. Sebab, keluarga yang mandiri secara finansial otomatis akan lebih mampu menyediakan gizi seimbang bagi anak-anaknya," ujar Linda, Selasa (9/6/2026).
3 Pilar Utama Penguatan Kampung KB di Tahun 2026
Untuk memastikan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, Linda memaparkan tiga pilar intervensi terpadu yang kini wajib berjalan di setiap Kampung KB Kabupaten Kepahiang:
- Pilar Penyuluhan Kesehatan & KB: Mengunci target sasaran pada pasangan usia subur (PUS), ibu hamil, dan baduta melalui pendampingan intensif oleh kader dan pemanfaatan berkala fasilitas Posyandu.
- Pilar Kemandirian Ekonomi (Kopdes Merah Putih): Menghidupkan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) melalui wadah koperasi desa. Anggota diberi pelatihan keterampilan, akses modal mikro, hingga manajemen pemasaran produk lokal.
- Pilar Sanitasi dan Lingkungan Sehat: Menggerakkan gotong royong warga untuk perbaikan akses air bersih dan tata kelola pembuangan limbah guna memotong risiko infeksi kronis pada balita.
Penguatan Kelembagaan Desa
Hingga tahun berjalan ini, DPPKBP3A mencatat penambahan jumlah desa yang berhasil naik kelas menjadi Kampung Keluarga Berkualitas. Keberhasilan ini disokong penuh oleh sinergi lintas sektor, mulai dari peran pemerintahan desa, dinas kesehatan, dinas koperasi, hingga pergerakan 399 personel tim pendamping keluarga di lapangan.
Linda optimis, dengan terus digairahkannya Kampung KB yang terintegrasi ekonomi ini, target penurunan prevalensi stunting ke level terendah sekaligus peningkatan kualitas SDM di kaki Bukit Barisan dapat tercapai lebih cepat.
"Kami tidak ingin bergerak sendiri-sendiri secara parsial. Kampung KB inilah ruang konsolidasi bersama kita. Jika kelembagaan desanya kuat, ekonominya mandiri melalui Kopdes, dan pemahaman gizinya bagus, maka otomatis Kabupaten Kepahiang akan melahirkan generasi masa depan yang cerdas, sehat, dan unggul," pungkas Linda. (adv)
