KEPAHIANG – Perang terhadap stunting di Kabupaten Kepahiang masuk ke babak baru di tahun 2026. Berbekal rapor hijau penurunan prevalensi versi Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Kepahiang kini kian agresif. Targetnya tidak main-main: zero stunting di seluruh lini desa.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kepahiang, Linda Rospita, MH, menegaskan bahwa kesadaran masyarakat kini sudah jauh lebih matang. Namun, warga diingatkan untuk tidak kendor.
"Mencegah stunting itu bukan cuma menyelamatkan fisik anak, tapi mengamankan masa depan otaknya. Jadi, ini investasi masa depan Kepahiang," tegas Linda.
Kenali Musuhnya: 7 Faktor Pemicu Anak Pendek
Menurut Linda, stunting atau gangguan pertumbuhan akibat kurang gizi kronis ini tidak muncul tiba-tiba. Ada mata rantai penyebab yang harus diputus sejak bayi dalam kandungan. Hasil pemetaan lapangan menunjuk 7 faktor utama:
Menu Monoton: Rendahnya akses pangan bergizi dan minimnya asupan protein hewani.
Ibu Kurang Nutrisi: Kondisi gizi ibu yang drop sejak remaja, masa hamil, hingga menyusui.
Sanitasi Zonk: Buruknya akses air bersih dan toilet yang tidak layak di lingkungan rumah.
Kurang Stimulasi: Minimnya pola asuh interaktif yang merangsang motorik anak.
Ekonomi Domestik: Faktor pendapatan, jumlah anak, hingga pola asuh yang keliru.
Penyakit Bawaan: Adanya kelainan medis sejak lahir seperti Jantung Bawaan atau Thalasemia.
Infeksi Berulang: Anak langganan diare akibat lingkungan kotor, plus abai imunisasi (TBC, difteri, campak).
Ini 6 Langkah Emas Penangkal Stunting
Kabar baiknya, stunting bisa dicegah total. DPPKBP3A meluncurkan 6 "jurus emas" yang wajib dipraktikkan setiap keluarga di Kepahiang:
Ibu Hamil Wajib Bergizi: Jangan sampai kurang zat besi selama mengandung.
Harga Mati ASI Eksklusif: Berikan ASI saja tanpa tambahan apa pun hingga bayi usia 6 bulan.
Gempur MPASI Protein Hewani: Begitu lewat 6 bulan, beri makanan pendamping yang kaya gizi seimbang.
Disiplin ke Posyandu: Pantau terus kurva tinggi dan berat badan balita setiap bulan.
Akses Air Bersih: Pastikan air yang dikonsumsi keluarga benar-benar higienis.
Jaga Kebersihan Rumah: Putus rantai kuman dengan menata sanitasi lingkungan.
Sudah Terlanjur Stunting? Lakukan 5 Langkah Ini!
Bagaimana jika anak sudah terindikasi stunting? Linda meminta orang tua tidak panik dan segera mengambil tindakan kuratif. "Mencegah memang lebih baik. Tapi kalau sudah terjadi, harus diobati sesuai penyebabnya," tuturnya.
Ada 5 strategi pengobatan terpadu yang digencarkan petugas di lapangan saat ini. Pertama, terapi penyakit penyerta seperti menyembuhkan TBC atau infeksi bakteri pada anak. Kedua, kejar nutrisi dengan memberikan makanan padat kalori, protein, dan lemak sesuai kebutuhan medis.
Ketiga, guyur suplemen mikro seperti Vitamin A, zinc, zat besi, dan kalsium di bawah pengawasan ketat tenaga kesehatan. Langkah ini wajib ditutup dengan perbaikan sanitasi dan sterilisasi lingkungan tempat tinggal agar kuman tidak balik lagi.
Dengan perpaduan formula "Cegah di Hulu, Obati di Hilir" plus sokongan Gerakan Orang Tua Asuh (GENTING), Kepahiang optimis generasi emas yang sehat dan cerdas bukan sekadar impian. (adv)
