Bengkulu,ikobengkulu.com,– Diskusi santai di ruang kerja Rektor Universitas Bengkulu (UNIB) yang berlangsung antar dua institusi pemerintah, UNIB dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. Dialog dengan menggiring lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN tersebut menelurkan inovasi cemerlang.
dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., menilai percepatan pembangunan kependudukan khususnya pada generasi muda perlu mendorong lima program prioritas ketahanan keluarga masuk di sendi-sendi kampus. Bersama Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menekankan Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang merupakan Lima program prioritas Kemendukbangga patut merambah kampus di Bengkulu upaya akselerasi terwujudnya generasi berkualitas.
Pasalnya, beberapa program tersebut memiliki ruang strategis bagi insan kampus/dosen. "TAMASYA menjawab tantang pada pengasuhan anak bagi wanita karier di kampus. Sementara, GATI untuk menekan fatherless akibat kesibukan sang ayah dalam pengasuhan semua itu dapat dikolaborasikan," kata Zamhir Setiawan dalam kunjungan kerjanya bersama Rektor Universitas Bengkulu, Kamis,(4/6/2026).
"Rata-rata 1 dari 5 anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless, dimana kondisi ketika seorang anak tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan figur ayah dalam hidupnya".
Zamhir Setiawan menegaskan bahwa, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan. Dari ruang-ruang kuliah inilah diharapkan lahir agen perubahan yang mampu membawa pesan pembangunan keluarga hingga ke tengah masyarakat. "Membangun bangsa tidak bisa dilepaskan dari membangun keluarga. Ketika keluarga kuat, maka akan lahir generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berkarakter. Itulah investasi terbesar menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., kepada pewarta menyampaikan, pihaknya secara konsen mendukung program ketahanan keluarga. Selain TAMASYA dan GATI, Prof. Indra Cahyadinata serius untuk menggalakkan program "Konselor Sebaya" di kampus.
"Konselor sebaya di dunia kampus memberikan layanan pendampingan psikologis di mana mahasiswa yang terlatih menjadi "teman curhat" dan ruang aman bagi rekan-rekan mereka. Ini dirancang untuk memperkuat kesehatan mental, membantu adaptasi mahasiswa baru, dan mencegah masalah seperti perundungan serta stres akademik. Dan bahkan mencegah perilaku penyimpangan seksual di lingkungan kampus," kata Indra.
"Perlu konselor sebaya di kampus mengingat mahasiswa ini usia remaja yang mungkin rentan terhadap pengaruh luar, maka tentunya banyak persoalan selain akademik. Oleh karena itu kita berharap ini menjadi wadah komunikasi yang efektif untuk menyelesaikan masalah semasa sebaya.
Pada 17 Juni 2026 Universitas Bengkulu akan mengadakan workshop dan melibatkan Kemendukbangga/BKKBN dan sejumlah perguruan tinggi di Kota Bengkulu untuk membincangkan hal yang dihadapi remaja Bengkulu agar terhindar dari penyakit laten yang dapat membahayakan masa depan generasi muda.(***)
