Bengkulu,ikobengkulu.comGerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) salah satu program inisiatif untuk menekan Fatherless alias (ketiadaan figur ayah) di tanah air. Dimana angka ketiadaan figur ayah di tanah ai masih terilang tinggi yang mencapai 25 persen. Gati program yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak.
"Ketiadaan figur ayah di tanah air masih terbilang tinggi mencapai 25 persen, melalui GATI diyakini mampu menjawab tantangan fatherless di Indonesia khususnya di Bengkulu," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr. Zamhir Setiawan., M.Epid dalam kunjungan kerja di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Senin,(25/5/2026).
GATI Program yang mendorong peran ayah untuk aktif dalam pengasuhan
anak dan kehidupan keluarga, agar anak mendapatkan figur ayah yang terlibat dan keluarga menjadi lebih seimbang.
BKKBN, kata Zamhir Setiawan akan mendorong para ayah untuk terlibat aktif dalam pengasuhan anak melalui pengambilan raport anak serta mengantarkan anak pada hari pertama sekolah ditahun ajaran baru. Selaian itu diharapkan peran ayah pada peringatan Hari Ayah Nasional di November 2026 yang akan datang.
Ia menambahkan tahun ini GATI di Kabupaten Kepahiang ditargekan 5.632 para ayah/calon terlibat dalam pengasuhan anak. Hingga April 2026 telah tercapai 935 ayah telah aktif dalam program ini," ujarnya.
Bersama Bupati Zurdinata, Kepala BKKBN bahas program prioritas lainnya dalam rangka akselerasi pembangunan keluarga di Kepahiang. Selain GATI, bahasan yang tak kalah serius untuk dikupas terdapat adanya program SIDAYA, GENTING, SEKOLAH LANSIA.
Dalam program GENTING pemerintah daerah setempat lebih awal telah fokus pada stunting dengan menggandeng orang tua asuh cegah stunting sebanyak 45 orang yang telah mensasar 23 penerima manfaat. Yang terdapat di antaranya kelompok baduta sebanyak 15 orang dan ibu hamil delapan penerima manfaat," kata Sekretaris PPKBP3A Kabupaten Kepahiang Sri Kurniati.
" Genting dengan orang tua asuh, kita mampu membantu stunting dengan donasi sebesar Rp.51,7 juta. Sementara terhadap program SIDAYA pemerintah daerah telah mengembangkan dua sekolah lansia di Desa Permu Bawah dan Desa Bogor Baru,' sebut Sri.(***)
