BENGKULU- Jagat media sosial dalam beberapa hari terakhir diramaikan oleh perbincangan mengenai Hantavirus. Berbagai unggahan yang membahas bahaya dan potensi penularan virus yang berasal dari hewan pengerat tersebut sempat memicu kekhawatiran dan kepanikan di tengah masyarakat.
Berdasarkan pantauan di berbagai platform digital sejak awal pekan ini, netizen masif membagikan informasi, video edukasi, hingga sejumlah unggahan yang belum terverifikasi kebenarannya mengenai Hantavirus. Fenomena ini mendorong peningkatan pencarian informasi oleh masyarakat yang cemas akan dampak kesehatan dari virus tersebut.
Menanggapi situasi ini, Riyanti (31), seorang tenaga kesehatan di Bengkulu, meminta masyarakat untuk bersikap tenang dan tidak menelan mentah-mentah seluruh informasi yang beredar di media sosial tanpa adanya sumber yang jelas.
"Masyarakat perlu memahami bahwa Hantavirus memang merupakan penyakit yang harus diwaspadai, tetapi tidak semua informasi di media sosial itu benar. Yang paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus atau kotorannya," ujar Riyanti saat diwawancarai, Minggu (17/5/2026).
Riyanti menjelaskan bahwa Hantavirus dapat menular ke manusia melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang telah mengering dan partikelnya terhirup. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar merupakan langkah preventif paling utama.
Di sisi lain, meningkatnya pembahasan mengenai isu kesehatan ini juga mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Zahra (21), seorang mahasiswa kesehatan, menilai bahwa fenomena viralnya Hantavirus menunjukkan sisi positif berupa meningkatnya kepedulian publik terhadap isu kesehatan. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya literasi digital dalam menyaring informasi.
"Sekarang banyak informasi kesehatan yang cepat viral, tetapi masyarakat juga harus bijak memilah informasi. Jangan sampai muncul kepanikan karena berita yang belum jelas sumbernya," kata Zahra.
Zahra menambahkan, edukasi yang terstruktur mengenai penyakit menular perlu terus digalakkan agar masyarakat dapat mengenali gejala, jalur penularan, serta langkah pencegahan secara tepat dan ilmiah.
Sebagai informasi, Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat, khususnya tikus, dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius pada manusia seperti Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Gejala awal yang umum muncul meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan akut pada kondisi yang lebih parah.
Pihak otoritas kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap menajga kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya, terutama untuk daerah lingkungan yang berisiko atau rawan terpapar tikus, untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis sedini mungkin. ***
(Lodrix Fahira_S1 Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu)
