×

Pencarian

Rekor Sejarah Baru, Cadangan Beras RI Tembus 5,3 Juta Ton dan Sukses Ekspor Pupuk ke Australia

TUBAN – Pemerintah Indonesia mencetak rekor bersejarah di sektor pangan dengan mengamankan cadangan beras nasional hingga menembus angka 5,3 juta ton di gudang Bulog. Capaian masif ini memperkokoh posisi Indonesia yang telah berhasil mempertahankan swasembada beras sejak tahun 2025, sekaligus membuka jalan bagi perluasan swasembada ke komoditas strategis lainnya seperti jagung.

Data sektor pangan tersebut diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda groundbreaking 10 Gudang Pangan Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa stabilitas pangan saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali. Angka cadangan yang melimpah tersebut bahkan membuat Indonesia kini berada dalam posisi yang sangat longgar, tidak hanya untuk konsumsi domestik tetapi juga untuk aksi kemanusiaan internasional.

"Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog saat ini mencapai 5,3 juta ton. Kami ingin memastikan pangan kita aman, harga terjangkau, bahkan dalam kondisi ini kita siap memberikan bantuan pangan kepada saudara-saudara kita di negara lain yang membutuhkan," ujar Mensesneg yang akrab disapa Menteri Pras tersebut.

Atas capaian ini, Istana memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh petani di pelosok negeri. "Keberhasilan swasembada ini bukan klaim sepihak, melainkan hasil keringat dan kerja bersama para petani di seluruh daerah," tambahnya.

Ekspansi Swasembada Jagung dan Turunnya Harga Pupuk

Senada dengan Mensesneg, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa fokus pemerintah kini bergeser untuk mereplikasi kesuksesan beras ke sektor jagung, khususnya untuk kebutuhan pakan ternak nasional yang saat ini juga telah dinyatakan swasembada.

Kemandirian pangan ini ditopang kuat oleh melimpahnya stok pupuk dalam negeri. Mentan mengungkapkan sebuah anomali positif di mana stok dalam negeri melimpah, harga domestik justru berhasil ditekan.

"Kabar baik untuk petani, harga pupuk di dalam negeri saat ini berhasil turun hingga 20 persen. Langkah ini sengaja diambil untuk terus merangsang dan mendongkrak produktivitas pertanian kita di daerah," tegas Mentan Amran.

Pertanian RI Diapresiasi Dunia

Lebih jauh, Mentan memaparkan bahwa kekuatan industri pupuk nasional kini telah memasuki fase ekspansi global. Indonesia tidak lagi menjadi negara pemohon impor, melainkan telah aktif melakukan ekspor pupuk ke sejumlah negara besar.

"Pupuk kita lebih dari cukup, bahkan kemarin kita sudah mengeksportnya ke Australia, dan berikutnya akan masuk ke Filipina, Brasil, hingga India. Bahkan, Menteri Pertanian Australia secara khusus menyampaikan terima kasih hingga empat kali kepada kita. Ini bukti gagasan besar Bapak Presiden Prabowo dieksekusi dengan sangat baik di lapangan," pungkas Amran.

Dengan kombinasi cadangan beras yang mencetak rekor, swasembada jagung yang terjaga, penurunan harga input produksi (pupuk) sebesar 20 persen, serta penetrasi pasar internasional, pemerintah optimistis fondasi kemandirian pangan Indonesia di tahun 2026 ini menjadi yang terkuat dalam satu dekade terakhir.