NGANJUK – Sejarah pergerakan buruh di Indonesia mencatat babak baru. Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Museum Ibu Marsinah yang terletak di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Langkah ini dinilai sebagai bentuk pengakuan sekaligus penghormatan resmi negara terhadap salah satu ikon perjuangan hak-hak pekerja paling berpengaruh dalam sejarah modern tanah air.
Kepastian agenda kepresidenan ini dikonfirmasi oleh Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, dalam keterangannya kepada wartawan.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto hari ini dijadwalkan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Kabupaten Nganjuk. Ini adalah bentuk penghormatan nyata kepada pahlawan buruh Indonesia,” ujar Isir dalam konferensi pers di Jakarta.
Marsinah, seorang aktivitas buruh pabrik arloji di Porong, Sidoarjo, gugur secara tragis pada tahun 1993 setelah konsisten menyuarakan hak-hak mendasar pekerja. Pengabadian namanya menjadi sebuah museum representatif di tanah kelahirannya, Nganjuk, membawa pesan simbolis yang sangat kuat. Kehadiran langsung Kepala Negara untuk meresmikan fasilitas sejarah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menempatkan perlindungan tenaga kerja dan penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai fondasi penting pembangunan nasional.
Menolak Lupa, Merawat Momentum Kesejahteraan Worker
Pembangunan Museum Marsinah bukan sekadar proyek retrospeksi sejarah atau pemeliharaan ingatan kolektif bangsa (menolak lupa). Lebih dari itu, museum ini diproyeksikan menjadi pusat edukasi, dokumentasi, dan refleksi bagi generasi muda mengenai dinamika serta evolusi hak-hak ketenagakerjaan di Indonesia.
Melalui peresmian ini, pemerintah juga mengirimkan sinyal kuat kepada sektor industri dan pasar tenaga kerja global bahwa Indonesia berkomitmen penuh menciptakan iklim kerja yang adil, aman, dan bermartabat.
Langkah simbolis Presiden Prabowo di Nganjuk ini sekaligus menjadi pembuka dari rangkaian kunjungan kerja strategisnya di Jawa Timur, yang juga mencakup penguatan ketahanan pangan di wilayah agraris. Namun, penempatan agenda peresmian Museum Marsinah di awal linimasa kunjungan menunjukkan bahwa isu kemanusiaan dan penguatan hak ekonomi-sosial masyarakat bawah memiliki posisi tawar yang sangat tinggi dalam agenda besar pembangunan pemerintah saat ini. ***
