×

Pencarian

Abrasi Rusak Jalan Pantai Urai, Warga Khawatir Keselamatan Terancam

BENGKULU UTARA- Bengkulu Utara- Kerusakan parah terjadi pada Jalan Pantai Urai di Kecamatan Ketahun, Bengkulu Utara, akibat abrasi yang terus mengikis wilayah pesisir. Fenomena ini menyebabkan sebagian badan jalan hilang terbawa gelombang laut dan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang melintas.

Abrasi merupakan proses alami berupa pengikisan garis pantai yang disebabkan oleh kekuatan gelombang dan arus laut. Namun, di Pantai Urai, dampaknya kini terlihat semakin nyata dan mengkhawatirkan. Dari dokumentasi di lapangan, terlihat jelas bagian tanah penyangga jalan telah tergerus, membuat lapisan aspal retak bahkan menggantung di beberapa titik.

Kondisi tersebut membuat akses jalan menjadi semakin berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua maupun roda empat. Ruas jalan yang berada di tepi pantai kini hanya menyisakan sebagian jalur yang masih bisa digunakan. Pengguna jalan pun harus ekstra waspada saat melintas, terlebih pada malam hari dengan kondisi penerangan yang terbatas.

Gilang (21), seorang warga yang sering melewati jalan tersebut mengungkapkan bahwa kondisi jalan saat ini sangat memprihatinkan.
“Kalau lewat sini memang harus hati-hati. Kondisinya sudah rusak parah dan cukup berbahaya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kerusakan jalan akibat abrasi ini berpotensi semakin meluas jika tidak segera mendapatkan penanganan yang serius dari pemerintah.

Hal senada disampaikan oleh Maderlina (22), ia berharap adanya tindakan cepat dari pemerintah daerah untuk segera memperbaiki jalan Pantai Urai, hal ini demi kenayamanan dan keselamtan bersama. “Harapannya jalan ini bisa segera diperbaiki. Ini jalur penting bagi warga, jadi jangan sampai menunggu ada korban dulu,” katanya.

Kerusakan jalan di kawasan Pantai Urai bukan hanya berdampak pada aspek infrastruktur, tetapi juga memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari. Jika abrasi terus berlanjut tanpa penanganan yang memadai, bukan tidak mungkin akses jalan tersebut akan terputus sepenuhnya.

Hingga saat ini, upaya penanganan yang dilakukan masih belum terlihat signifikan. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi abrasi dan memperbaiki kondisi jalan, agar keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dapat terjamin.***

**Desi Br Harahap_S1 Jurnalistik Universitas Bengkulu)