BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Perikanan (Diskan) terus memacu akselerasi program Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan). Langkah ini menjadi instrumen strategis dalam misi besar menekan prevalensi stunting di wilayah Kota Bengkulu melalui pemanfaatan kekayaan protein hewani laut.
Capaian Sebaran: 20 Kelompok Masyarakat Tersasar
Kepala Diskan Kota Bengkulu, Wilhopi, mengungkapkan bahwa kampanye "jemput bola" ini telah menjangkau sekitar 20 kelompok masyarakat yang tersebar di berbagai kecamatan. Fokus utamanya adalah kelompok ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita guna memastikan intervensi gizi tepat sasaran.
“Sejauh ini, sosialisasi telah masuk ke kurang lebih 20 kelompok masyarakat. Kami memilih pendekatan berbasis kelompok agar proses edukasi lebih interaktif dan pesan mengenai manfaat konsumsi ikan dapat diterima secara mendalam oleh para orang tua,” ujar Wilhopi

Patahkan Stigma: Ikan Pantai Sama Bergizinya dengan Ikan Mahal
Dalam sosialisasinya, Diskan menekankan pesan penting bahwa asupan nutrisi yang baik tidak harus berbiaya mahal. Wilhopi mengajak masyarakat untuk tidak memandang rendah jenis ikan pantai atau hasil tangkapan nelayan lokal yang harganya lebih terjangkau.
“Masyarakat sering kali beranggapan gizi hanya ada pada ikan mahal. Padahal, ikan pantai pun sangat bergizi. Yang paling krusial adalah kondisinya yang segar. Selama ikan itu segar, nutrisinya sudah sangat luar biasa untuk mendukung pertumbuhan anak,” jelasnya.
Kemandirian Pangan di Lingkungan Keluarga Nelayan
Secara khusus, Wilhopi mengimbau keluarga nelayan untuk tidak menjual seluruh hasil tangkapannya ke pasar. Ia mendorong agar sebagian hasil laut tersebut disisihkan sebagai stok pangan mandiri yang berkualitas di rumah tangga.
“Bagi keluarga nelayan, manfaatkanlah hasil laut sendiri. Ini adalah sumber pangan bergizi tinggi yang gratis dan tersedia di depan mata. Selain anak jadi sehat dan cerdas, ini juga membantu menekan pengeluaran dapur secara signifikan,” tambahnya.
Diskan Kota Bengkulu berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan Gemarikan ke kelurahan-kelurahan lain yang belum tersentuh. Dengan pola konsumsi yang sehat dan berbasis kearifan lokal, Pemkot optimis kualitas SDM generasi masa depan Bengkulu akan semakin tangguh dan terbebas dari ancaman stunting. (adv)
