×

Pencarian

Tembus 1.776 Peserta, Kartu Kusuka Jadi Kunci Nelayan Bengkulu Akses Bantuan Rp18 Miliar

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu sukses memperluas jangkauan perlindungan bagi masyarakat pesisir. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 1.776 nelayan dan pelaku usaha perikanan di Kota Bengkulu telah mengantongi Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka), yang menjadi tiket utama akses berbagai bantuan strategis.

Pertumbuhan Signifikan dan Proses Verifikasi BPJS

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu, terjadi tren kenaikan partisipasi yang positif. Jika pada tahun 2024 kepesertaan berada di angka 1.527 orang, tahun 2025 lalu terdapat penambahan 249 nelayan baru yang bergabung dalam program ini.

Verifikasi BPJS Kesehatan

Kepala DKP Kota Bengkulu, Will Hopi, menjelaskan bahwa saat ini ratusan pendaftar tambahan tengah memasuki tahap verifikasi akhir bersama BPJS Ketenagakerjaan.

“Data tambahan ini sedang diverifikasi untuk memastikan kelayakan kepesertaan. Setelah klir, akan segera diterbitkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota agar manfaat jaminan sosial dan proteksi kerja mereka sah secara hukum,” ujar Will Hopi, 

Fungsi Strategis: Dari Subsidi BBM hingga Pintu Bantuan

Will menegaskan bahwa Kartu Kusuka bukan sekadar identitas formal. Kartu ini merupakan basis data tunggal yang menjadi syarat mutlak bagi nelayan untuk mendapatkan:

Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Pembinaan usaha dan akses modal.

Penerimaan hibah alat tangkap dari pemerintah.

Target Besar: Usul Bantuan Rp18 Miliar ke Pusat

Kepemilikan Kartu Kusuka yang valid menjadi modal kuat Pemkot Bengkulu saat melobi pemerintah pusat. Saat ini, Pemkot tengah memperjuangkan usulan bantuan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan total nilai mencapai Rp18 miliar.

Rincian usulan raksasa tersebut mencakup:

Alat Tangkap & Mesin Kapal: Rp9 miliar.

Pengembangan Budidaya: Rp1,5 miliar.

Peningkatan Daya Saing: Rp2 miliar.

Lingkungan & Sampah Laut: Rp1 miliar.

Rehabilitasi Mangrove: Rp700 juta.

Sarana Pendukung: Pengadaan ekskavator mini, perangkat GPS, cool box, hingga calon induk ikan unggul.

“Kami imbau nelayan yang belum terdaftar segera melapor ke Kantor DKP. Jangan sampai saat bantuan pusat turun, warga terkendala hanya karena tidak memiliki kartu ini. Kusuka adalah pintu masuk kesejahteraan nelayan kita,” tegasnya.

Pemkot Bengkulu berharap, sinergi antara keakuratan data Kusuka dan kucuran dana pusat dapat mengubah wajah sektor perikanan kota menjadi lebih modern, mandiri, dan berdaya saing tinggi. (adv)