×

Pencarian

Dari "Lawan" Jadi "Kawan": Pedagang Ayam yang Sempat Ancam Satpol PP Kini Jadi Duta Penataan Pasar

 

BENGKULU – Ketegangan antara petugas keamanan dan pedagang di kawasan Pasar Panorama berakhir dengan jabat tangan. Kasus dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) oleh seorang pedagang ayam bernama Fernando, resmi ditutup melalui mekanisme Restorative Justice (RJ), Sabtu (21/02/2026).

Menariknya, Fernando tidak hanya bebas dari jerat hukum, namun kini ia berbalik arah menjadi Duta Satpol PP. Ia berkomitmen menjadi garda terdepan untuk mengajak rekan sejawatnya masuk ke area pasar resmi.

Permohonan Maaf dan Penyesalan Mendalam

Didampingi kuasa hukumnya, Fernando secara terbuka menyampaikan penyesalan atas insiden panas yang terjadi di Jalan Semangka Raya pada Januari lalu. Ia mengakui kekhilafannya saat mencoba melawan petugas yang sedang menjalankan penertiban rutin.

“Saya memohon maaf kepada Bapak Sahat (Kasatpol PP) beserta jajaran, dan terkhusus Bapak Walikota. Saya siap mematuhi Peraturan Daerah dan siap menjadi Duta Satpol PP untuk mengajak kawan-kawan pedagang mematuhi aturan,” ujar Fernando dengan nada tulus.

Langsung Turun ke Lapangan

Itikad baik Fernando bukan sekadar isapan jempol. Begitu dinyatakan bebas, ia langsung mendatangi para pedagang ayam yang masih bertahan di trotoar Jalan Semangka. Dengan pendekatan persuasif sebagai sesama pedagang, ia mengajak mereka segera bermigrasi ke sentra baru di Pasar 56 Jalan Kedondong.

Kasatpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menjelaskan bahwa sejak awal laporan hukum tersebut dibuat bukan untuk "memenjarakan" warga, melainkan demi memberikan edukasi dan perlindungan terhadap petugas di lapangan.

“Petugas negara sedang menjalankan tugas demi kepentingan umum. Langkah hukum kemarin adalah bentuk edukasi bahwa ada aturan yang harus dihormati,” tegas Sahat.

Menuju Penataan yang Harmonis

Pembebasan Fernando melalui RJ ini menjadi sinyal positif bahwa Pemerintah Kota Bengkulu mengedepankan sisi humanis dalam penataan kota. Dengan bergabungnya Fernando sebagai figur penengah, diharapkan gesekan fisik di lapangan tidak lagi terjadi, sehingga wajah baru Pasar Panorama dan Pasar Minggu yang tertib dapat segera terwujud. (adv)