BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu resmi menetapkan Jalan Kedondong sebagai sentra baru bagi pedagang "Pasar Lima Enam" atau Pasar Subuh. Langkah solutif ini diambil untuk mengakomodasi pedagang yang selama ini kerap memadati bahu jalan di kawasan Panorama.
Penataan yang dimulai pada Selasa (10/02/2026) ini bertujuan untuk membersihkan Jalan Semangka, Manggis, dan Belimbing dari kemacetan, tanpa mematikan mata pencaharian pedagang.
Jam Operasional Khusus: Dari Sore Hingga Pagi
Pasar Subuh Jalan Kedondong didesain untuk beroperasi pada jam-jam strategis, yaitu mulai pukul 17.00 WIB hingga 06.00 WIB.
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bengkulu, Alex Periansyah, menegaskan bahwa relokasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menata kota secara manusiawi.
“Seluruh pedagang yang masih berjualan di lokasi yang tidak semestinya kita arahkan ke Jalan Kedondong. Aktivitas jual beli jadi lebih tertata dan tidak lagi mengganggu arus lalu lintas,” jelas Alex.
Subsidi Lapak: Cukup Bayar Listrik dan Sampah
Guna menarik minat pedagang dan meringankan beban ekonomi, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi memberikan kebijakan khusus berupa pembebasan biaya sewa lapak.
Gratis Sewa: Pedagang tidak ditarik biaya sewa tempat/lapak.
Retribusi Ringan: Pedagang hanya dibebankan biaya kebersihan dan listrik.
Kapasitas Besar: Tersedia kuota hingga 350 pedagang, di mana saat ini sudah 151 pedagang yang terdaftar secara resmi.
“Ini bentuk dukungan nyata kami. Kuota masih tersedia luas, dan kami mengundang pedagang lain untuk segera bergabung di tempat yang lebih layak ini,” tambah Alex.
Sentra baru ini dijadwalkan akan segera diresmikan langsung oleh Walikota Bengkulu sebagai simbol dimulainya era baru Pasar Panorama yang rapi, bersih, dan nyaman.(adv)
