BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus mengakselerasi penataan kawasan Pasar Panorama guna mengembalikan fungsi trotoar dan badan jalan. Dalam operasi yang digelar Selasa (13/1), sebanyak 52 pedagang yang sebelumnya berjualan di lokasi terlarang akhirnya bersedia direlokasi ke dalam area pasar secara sukarela.
Langkah ini diambil setelah tim gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimcam melakukan pendekatan persuasif. Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kota Bengkulu, Alex Periansyah, memimpin langsung dialog dengan para pedagang di lapangan.
"Kami mengedepankan komunikasi dua arah. Hasilnya, hari ini ada 52 pedagang—terutama komoditas sayur, ikan, dan ayam—yang sadar dan bersedia masuk ke lapak yang telah kami siapkan," ujar Alex.
Sisa 229 Kios Siap Huni

Pemkot memastikan bahwa perpindahan pedagang ini bukan sekadar pemindahan fisik, melainkan penempatan ke fasilitas yang lebih layak. Dari total kapasitas yang tersedia, saat ini masih terdapat 229 kios kosong dari total 281 unit yang disiapkan pemerintah.
Untuk mengawal transisi ini, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Panorama disiagakan setiap hari guna melayani pedagang yang ingin mendaftarkan diri menempati kios.
"Kondisi lapak di dalam sangat layak. Kami ingin memastikan tidak ada lagi alasan bagi pedagang untuk tumpah ke jalan, karena kenyamanan pembeli adalah kunci perputaran ekonomi di sini," tambah Alex yang juga menjabat Camat Singaran Pati tersebut.
Kolaborasi Lintas Sektor
Penataan yang berlangsung kondusif ini juga melibatkan jajaran Kecamatan Singaran Pati, serta aparatur dari tiga kelurahan penyangga: Lingkar Timur, Panorama, dan Dusun Besar.
Ke depan, Pemkot Bengkulu menegaskan bahwa penataan akan dilakukan secara konsisten dan bertahap. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem pasar yang tertib, aman, dan estetik, tanpa harus menghilangkan mata pencaharian warga. (adv)
