Bengkulu,IkoBengkulu.Com,-Pekan ke-dua Februari tahun ini, Gedung Internasional Meeting Room Universitas Bengkulu. Ruang akademik dan birokrasi kembali dipertemukan dalam satu tujuan besar untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Momentum itu tercermin dalam Serah Terima Mahasiswa Baru Program Magister Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Bengkulu (UNIB) yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) BKKBN dalam mendukung Program Bangga Kencana.
Program Pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) menuntut pendekatan yang adaptif dan berbasis data sosial. Kompleksitas persoalan kependudukan—mulai dari bonus demografi, stunting, ketahanan keluarga, hingga perubahan perilaku masyarakat—memerlukan ASN yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga kuat dalam pemahaman sosial dan politik kebijakan publik.
Melalui pendidikan Magister Kesejaahteraan Sosial, para ASN BKKBN dapat menjawab tantangan yang kian menghadang dengan dibekali kemampuan analisis kebijakan, riset sosial, serta pemetaan dinamika masyarakat. Kompetensi tersebut menjadi modal penting dalam merancang program Bangga Kencana yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan.
Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H menyebutkan sinergitas ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan. Kampus tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan pemimpin birokrasi yang berpikir kritis, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik," kata Zamhari saat serah terima mahasiswa baru program magister ilmu sosial politik Universitas Bengkulu," Senin,(9/2/2026).
Serah terima mahasiswa baru Magister Kessos UNIB menjadi simbol sinergi nyata antara dunia akademik dan birokrasi. Dengan aparatur yang unggul secara intelektual dan peka terhadap dinamika sosial, Program Bangga Kencana diharapkan semakin efektif dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan pembangunan kependudukan yang berkelanjutan.
“ Penyerahan ini bukan hanya bersifat administratif, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan dan tanggung jawab yang harus dijaga dengan baik. Sebanyak 48 orang calon mahasiswa pagi ini kita serahkan kepada pihak kampus yang diterima langsung Dekan Fisip Unib Prof.Dr. Drs. Sugeng Suharto., M.Si," kata Zamhari.
Kemendukbangga/BKKBN sebagai institusi pemerintah yang memiliki mandat strategis di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga memerlukan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan akademik kuat.
Berwawasan tantangan kependudukan ke depan semakin 4 kompleks, mulai dari dinamika struktur penduduk, pembangunan keluarga, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia," sebut Zamhari.
Oleh karena itu, ujar Zamhari, pengembangan kompetensi ASN melalui pendidikan formal merupakan sebuah investasi jangka panjang bagi organisasi. Kerja sama dengan fisipol universitas bengkulu ini kami pandang sebagai langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan praktik kebijakan dengan penguatan keilmuan kesejahteraan sosial.
Pada kesempatan ini, secara resmi kami menyerahkan asn bkkbn untuk mengikuti proses pendidikan sebagai mahasiswa program magister kesejahteraan sosial Unib.
Dekan Fisip Unib Prof.Dr. Drs. Sugeng Suharto., M.Si, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan pemangku kepentingan yang telah mempercayakan pengembangan kompetensi sumber daya manusianya melalui Program Magister Kesejahteraan Sosial FISIP UNIB. Sinergi antara dunia akademik dan dunia praktik merupakan kunci dalam menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan.
Dia berpesan agar momentum ini dijadikan sebagai komitmen untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas akademik, serta aktif berkontribusi dalam diskursus dan praktik kesejahteraan sosial. " Jadilah agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi, bukan sekadar pengamat persoalan".(***)
