Bengkulu,IkoBengkulu.Com,-Upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbagga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memegang peran strategis dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi (MBG) 3B. Yang menyasar kelompok paling menentukan masa depan generasi, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non paud.
Maka dinilai amat penting untuk memastikan menu MBG 3B yang tersaji benar-benar sehat, aman, dan memberi manfaat nyata bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Rabu, 4-Februari-2-26 di ruang kerja Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bertemu beberapa tokoh penggerak program MBG 3B di Bumi Merah Putih. Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H didampingi Ketua Tim Kerja 5 Bidang Pengelolaan dan Pembinaan Tenaga Lini Lapangan Edi Sofyan, S.E., M.M temu koordinasi bersama Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bengkulu Gloria Erysa Meilinda Situmorang.
Pertemuan singkat tokoh MBG 3B itu menyepakati agar adanya evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut yang menginjak tahun ke-dua. Agar program itu benar-benar sehat bermanfaat dan tepat sasaran " Kita segera menggelar evaluasi untuk tingkat provinsi untuk menguatkan komitmen dan juga bekal kader dalam mendistribusikan menu sehat tersebut," kata Zamhari saat menerima kunjungan kerja tim BGN Bengkulu.
Program MBG 3B bukan sekadar urusan distribusi makanan. Ia adalah ikhtiar panjang dalam menjaga masa depan generasi. Karena itulah, evaluasi menjadi langkah yang tak bisa ditawar. Di Bengkulu, evaluasi pelaksanaan MBG 3B kini prioritas utama untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan program," kata Zamhari.
Evaluasi diperlukan untuk meminimalisir kekurangan yang dapat terjadi dikemudian hari." Program yang baru berjalan memerlukan evaluasi (adaptif) untuk perbaikan. BKKBN dengan kadernya akan mengikuti evaluasi, karena kader pendistribusi MBG perlu menjalankan norma dan prosedur. Pendistribusian menu MBG 3B telah melibatkan sebanyak 1.182 orang yang menyasar 18.711 penerima manfaat," sebut Zamhari.
Evaluasi dilakukan menyeluruh sesuai peran dan fungsi. mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan, kebersihan dapur, hingga pendistribusian ke kelompok sasaran. Setiap detail diperiksa, sebab satu kekeliruan kecil dapat berdampak besar pada kesehatan penerima manfaat.
Zamhari, memandang evaluasi sebagai cermin untuk terus berbenah. Menurutnya, keberhasilan MBG 3B tidak diukur dari banyaknya porsi yang tersalurkan, tetapi dari seberapa besar dampaknya bagi perbaikan gizi keluarga. " Evaluasi MBG 3B segera kita lakukan bersama BGN dengan melibatkan Koordinator KB tingkat kecamatan, Kader TPK, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Rigional BGN Bengkulu Gloria Erysa sepati akan digelarnya evaluasi secara berkala yang akan melibatkan sejumlah penanggung jawab SPPG di Provinsi Bengkulu. Kita telah mengoperasikan sebanyak 100 dapur SPPG yang tersebar dan 11 dapur tengah persiapan. " Data update penerima manfaat 3B di Provinsi Bengkulu per 03 Februari-2026 sebanyak 22.354 orang dengan pelayanan di 271 posyandu. Terdapat kelompok sasaran Balita 15.434, Ibu Hamil sebanyak 4.393 dan ibu menyusui (Busui ) mencapai 2.527," rinci Gloria.(***)
