×

Pencarian

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, Bupati Zurdi Nata: Kepahiang Terbuka Luas bagi Investor Hijau

KEPAHIANG – Pemerintah Kabupaten Kepahiang terus berupaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor investasi. Dalam pernyataan resminya di hadapan sejumlah perwakilan pelaku usaha dan jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada Rabu (15/10/2025), Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.IP, menegaskan visi besarnya untuk menjadikan Kepahiang sebagai destinasi utama "Investasi Hijau" di Provinsi Bengkulu.

Bupati menyatakan bahwa posisi geografis Kepahiang yang berada di dataran tinggi dengan kekayaan sumber daya alam hayati yang melimpah merupakan aset yang harus dikelola secara bijaksana. Oleh karena itu, skema investasi yang diharapkan bukan sekadar penanaman modal yang mengeksploitasi alam, melainkan investasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Komitmen Kemudahan Perizinan
Dalam arahannya, Bupati Zurdi Nata memberikan jaminan kepastian hukum dan kemudahan birokrasi bagi para investor yang bersedia berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan. Beliau menekankan bahwa transformasi digital di sektor perizinan telah dilakukan untuk memangkas praktik pungutan liar dan hambatan administratif yang selama ini menjadi momok bagi dunia usaha.

"Pernyataan saya kepada para investor sangat jelas: Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi Anda yang ingin membangun industri pengolahan kopi, energi terbarukan mikrohidro, maupun pariwisata berbasis alam (ecotourism). Saya menjamin proses perizinan di Kepahiang akan berjalan cepat, transparan, dan tanpa hambatan, asalkan prinsip-prinsip pelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat lokal dipenuhi. Kita tidak ingin investasi yang masuk justru merusak ekosistem yang menjadi warisan anak cucu kita," tegas Bupati Nata.

Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Lebih lanjut, Bupati juga memberikan syarat krusial bagi setiap perusahaan yang akan beroperasi di wilayah Kabupaten Kepahiang. Beliau mewajibkan adanya klausul penyerapan tenaga kerja lokal minimal 70 persen dalam setiap unit usaha baru. Hal ini bertujuan agar arus modal yang masuk ke daerah benar-benar memberikan dampak nyata terhadap pengurangan angka pengangguran dan peningkatan kesejahteraan warga asli Kepahiang.

"Investasi harus berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat. Saya ingin melihat pemuda-pemudi Kepahiang menjadi aktor utama dalam industri-industri yang akan tumbuh di sini. Kita ingin membangun simbiosis mutualisme antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat. Jika investasi itu 'hijau' dan memberdayakan warga, saya pribadi yang akan mengawal kelancarannya," tambahnya.

Melalui komitmen ini, Pemkab Kepahiang optimis dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus mempertahankan jati diri daerah sebagai wilayah agropolitan yang lestari.(adv)