KEPAHIANG- Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.IP, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi rencana pembangunan jembatan permanen di Desa Taba Padang, akhir September 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan perencanaan teknis dan kesiapan lahan sebelum proyek fisik berskala besar tersebut dimulai pada tahun anggaran mendatang.
Jembatan ini merupakan urat nadi bagi petani di wilayah tersebut untuk mengangkut hasil bumi seperti kopi dan sayuran menuju pusat pasar di Kepahiang.
Komitmen Infrastruktur Berkelanjutan
Di lokasi, Bupati didampingi tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) meninjau langsung kondisi fondasi awal dan bentang jembatan.
Bupati menegaskan bahwa infrastruktur yang dibangun harus memiliki daya tahan jangka panjang, mengingat beban kendaraan angkutan hasil bumi yang cukup berat.
"Saya tidak ingin ada proyek yang asal jadi. Jembatan Taba Padang ini sangat dinantikan warga bertahun-tahun. Kualitas beton dan konstruksinya harus standar tinggi. Jika jembatan ini kokoh, ekonomi warga di sini akan melesat karena biaya angkut hasil tani jadi lebih murah," tegas Bupati di lokasi sidak.
Bupati juga sempat berdialog dengan tokoh masyarakat setempat untuk memastikan bahwa pembangunan jembatan ini didukung penuh oleh warga, terutama terkait pembebasan lahan di area sekitar jembatan. (adv)
